MEDANHEADLINES – Sejumlah penggiat fotografi yang tergabung dalam Kafe Potret menggelar kegiatan bertema Potret Sosial yang dilaksanakan di Kampung Bali, Paya Tusam, Wampu, Kabupaten Langkat Senin (24/4/2017).
Dalam acara ini, Kafe Potret di support juga oleh berbagai komunitas di Kota Medan seperti Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI), dan beberapa media di Kota Medan.
Ketua panita acara Potret Sosial, Lana Priatna mengatakan, kampung Bali ini terbentuk akibat adanya letusan Gunung Agung ditahun 1963 dan membuat krisis ekonomi yang luar biasa di Bali. Sehingga pada 11 November 1971 sebanyak 55 Kepala Keluarga Bali dikirim sebagai pekerja kontrak di Sumut.
“Saat itu atas perintah presiden Suharto mereka dikirim ke Sumut untuk bekerja di perusahaan kelapa sawit,” katanya.
Lana juga menjelaskan bahwa seiring dengan berputarnya waktu hingga generasi ke-4 mulailah tumbuh rukun berdampingan saling membangun masyarakat di Paya Tusam, Wampu, Kabupaten Langkat dengan warga Bali tersebut.
“Dari situlah ‘Potret Sosial’ bekerjasama dengan masyarakat Kampung Bali untu membuat acara ini. Dalam acara ini kami juga memfasilitasi sarana dan prasarana di bidang keagamaan, menjadikan lokasi Kampung Bali sebagai tempat wisata sejarah dan budaya, peduli pendidikan kepada anak-anak usia dini dan menumbuhkan rasa sosial kepada masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya itu, ‘Potret Sosial’ juga memberikan bantuan sosial kepada warga Kampung Bali seperti semen, pasir, batu, perlengkapan bangunan, buku bacaan, lemari buku, alat-alat tulis, perlengkapan sekolah, kelas inspirasi, veda sabda suci udeng, selendang, mukena, sarung dan ganset.
“Kami juga akan membuat pagar musolah di Kampung Bali,” tambah Lana.
Sementara salah seorang tokoh masyarakat Bali di kampung tersebut tersebut, I Wayan Gute sangat berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh penggiat foto tersebut di Kampung Bali, Langkat.
“Kami warga Bali ini dulunya korban dari letusan Gunung Agung puluhan tahun lalu, yang kemudian ayah kami bekerja sebagai kuli kontrak di PNP 2 Tanjung Gusta. Begitulah selama 12 tahun hingga akhirnya perkebunan memberikan lahan untuk membuka kampung di sini.” Ujar I Wayan Gute.
Kegiatan ini menampilkan budaya-budaya Bali. Tidak hanya itu kegiatan ini juga menampilkan beberapa tarian Bali salah satunya tarian Sekar Jagad dalam menyambut tim dari Medan.












