MEDANHEADLINES.COM, Medan – Polda Sumut tengah melakukan penyelidikan terkait kebakaran yang melanda kapal tangker Jag Leela di Pelabuhan Belawan, Senin (11/5) yang lalu
Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin mengatkan untuk sementara pihaknya menetapkan kebakaran yang menghanguskan kapal sepanjang sekitar 250 meter itu karena kecelakaan kerja.
“Untuk sementara, Polda Sumut menetapkan ini adalah kecelakaan kerja. Namun untuk meneliti asal usul api, tim labfor akan membuktikannya,” ujar Martuani
Ia juga menjelaskan, jika pihaknya sampai saat ini belum bisa melakukan penyelidikan ke dalam kapal karena suhu di dalam kapal masih sangat tinggi
“Hingga hari ini, tim dari Puslabfor Cabang Medan belum bisa masuk ke lokasi karena belum memungkinkan. Kondisi masih panas di dalam. Sehingga kita tim yang akan memeriksa penyebab kebakaran belum bisa masuk. Mudah-mudahan dalam waktu 24 jam, kondisi kapal sudah mendingin, maka tim kita bisa masuk,” ungkapnya.
Martuani memastikan, proses identifikasi jenazah korban dilakukan secara profesional. Pihaknya tidak mau sampai salah menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga.
Selain 7 korban meninggal, insiden kebakaran itu menyisakan 22 korban selamat. Sebanyak 15 orang dirawat jalan dan 7 orang rawat inap.
“Sampai sekarang seluruh ABK dan yang bekerja di docking sudah lengkap. Tapi tim kami akan memastikannya kembali besok ke TKP,” ungkapnya.
Martuani juga menjelaskan jika saat ini pihaknya sudah memeriksa 12 orang terkait insiden itu. Dia berharap pihak perusahaan bisa bekerja sama untuk mengungkap kasus kebakaran ini. Selain itu, polisi juga kan memeriksa dari sisi aspek keselamatan kerja.
“Nanti itu yang akan dibuktikan Puslabfor dari mana asal api dan keselamatan kerja,” pungkasnya.
Sebelumnya, Tanker MT Jag Leela milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard hangus terbakar di Gabion Belawan, Senin (11/5) pagi. Kapal ini tengah menjalani perawatan di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard.
Petugas pemadam kebakaran gabungan kesulitan memadamkan api. Api baru bisa dikendalikan Senin petang. Saat api marak, para saksi juga mendengar beberapa kali ledakan.(red)












