Bikin Takjub, Penampakan Partikel Terkecil Matahari Mirip Karamel

Struktur terkecil Mataharu /National Science Foundation

MEDANHEADLINES.COM-Fakta baru tentang matahari baru saja diketahui setelah para astronom  merilis pengamatan mereka tentang Matahari yang dijuluki “cahaya pertama” dari Teleskop Tenaga Surya National Science Foundation, Daniel K. Inouye.

Tim mengungkapkan sebuah gambar dan video baru yang luar biasa dari cakram surya yang lebih detail dari sebelumnya, dan belum pernah terjadi.

Penampakan Matahari itu dapat terlihat hingga ke strukturnya yang terkecil sekitar 30 kilometer (18 mil). Hasilnya sungguh menakjubkan bentuk terkecil dari Matahari ini tampak seperti sebuah karamel.

Teleskop Surya Inouye merupakan teleskop surya baru yang terbesar di dunia, cerminya saja memiliki ukuran 4 meter (13 kaki). Dimana cermin utama mampu memfokuskan daya 13 kilowatt.

Teleskop ini dikembangkan pertama kali oleh National Science Foundation yang dinamai setelah kepergian mendiang senator Inouye. Senator Inouye merupakan senator untuk Hawaii dari tahun 1963 dan 2012, ia merupakan politis tertinggi Asia-Amerika yang berpengaruh dalam sejarah Amerika Serikat.

extra_large-1580324340-cover-image.jpg

Penampakan terkecil struktur Matahari

Menurut France Cordova direktur National Science Foundation, “Sejak NSF mulai bekerja pada teleskop berbasis darat ini, kami dengan sabar menunggu gambar pertama. Kami sekarang dapat membagikan gambar dan video ini, yang merupakan rincian paling detail dari Matahari.

Inouye Solar Telescope NSF akan dapat memetakan medan magnet di dalam korona Matahari, tempat terjadi letusan matahari yang dapat berdampak pada kehidupan di Bumi. Teleskop ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang apa yang mendorong cuaca luar angkasa dan pada akhirnya membantu para peramal memprediksi badai matahari dengan lebih baik.”

Pada awalnya para astronom tidak menyangka jika penampakan struktur terkecil Matahari ternyata berbentuk seperti karamel yang terdiri dari batuan merah membara karena panasnya yang luar biasa. Mengingat Matahari merupakan sumber panas terbesar di tata surya, kendala inilah yang dihadapi para astromon ketika sedang mengamatinya.

Cermin utama teleskop saat beroperasi dapat menghasilkan panas yang luar biasa. Dengan kondisi itu maka dibangunlah sistem pendingin untuk melindungi instrumen dan membuat observatorium dapat diakses oleh para peneliti. Pencapaian luar biasa ini telah dimulai jauh lebih dari 20 tahun pembuatan dan uji coba.

Para ilmuwan berharap pengamatan di masa depan lewat Teleskop Surya ini dapat mengungkap lebih banyak tentang bagaimana lapisan luar Matahari berubah dari waktu ke waktu, dan proses magnetik apa yang mendasari terjadinya hal itu.

Pengetahuan itu sangatlah membantu dalam upaya kita memahami bintang-bintang ditata surya dengan lebih baik dan bagaimana pengaruhnya terhadap kita. Memprediksi badai Matahari memang masih diluar kemampuan kita, tetapi data dari teleskop ini tentu membantu sekali upaya itu.

“Gambar-gambar pertama ini hanyalah sebuah permulaan. Selama enam bulan ke depan, tim ilmuwan, insinyur dan teknisi teleskop Inouye akan terus menguji dan menugaskan teleskop untuk membuatnya siap digunakan oleh komunitas ilmiah surya internasional.

Inouye Solar Telescope akan mengumpulkan lebih banyak informasi tentang Matahari kita selama 5 tahun pertama masa hidupnya daripada semua data matahari yang dikumpulkan sejak Galileo pertama kali ketika mengarahkan teleskop ke Matahari pada 1612. ” kata David Boboltz, seorang direktur program di Divisi Ilmu Astronomi NSF yang mengawasi pembangunan dan operasi fasilitas.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com

(pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.