Kongres AMAN ke V dibuka dengan Pawai Budaya dari berbagai daerah

MEDANHEADLINES,Medan – Berbagai kebudayaan  masyarakat Adat di pertontonkan dalam pawai Budaya yang diselengarakan dalam pembukaan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) ke V,di kampong Tanjung gusta,,Jumat (17/03/2017) pagi.

Pawai budaya ini  merupakan bagian  rangkaian acara Kongres yang digelar sejak tanggal 15 Maret 2017 hingga 19 Maret 2017 tersebut.

Dalam pawai itu, berbagai pakaian adat dan kesenian daerah ditampilkan dan Salah satu peserta yang cukup menarik perhatian adalah masyarakat adat dari Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

Mereka  melakukan  pawai dengan memakai pakaian Kawasaran lengkap dengan peralatan perang, pedang Santih.

Selain pakaian lengkapnya,masyarakat adat Sulawesi Utara itu juga menampilkan sebuah tarian ritual.

“Ini biasanya dipakai untuk perang. Dan tarian itu adalah ritual sebelum dan sesudah perang,” kata salah seorang perwakilan masyarakat adat Minahasa tersebut.

Dalam kegiatan Pawai hari ini,para peserta melakukan Pamai dimulai dari Balai Adat dan menyusuri Kampong Tangung Gusta hingga berakhir Simposium (Ruang Utama) KMAN. Dengan peserta pawai yang tak  kurang dari 2000 komunitas adat .

Meski Pawai berlangsung di atas jalanan becek. namun tak satupun peserta pawai yang merasa terganggu dengan kondisi tersebut,hal ini terbukti dengan semangat dan sumringahnya peserta dalam kegiatan ini.

Kongres ke V ini juga sebelumnya menampilkan sarasehan- sarasehan terkait Masyarakat adat dengan beberapa akademisi maupun praktisi lingkungan yang membahas polemic-polemik yang dihadapi oleh masyarakat adat. (pra)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.