MEDANHEADLINES.COM – Kebakaran Melanda TPA Desa Sei Parit Belidaan Kec. Sei Rampah Kab. Sergai Selasa (17/9) sekitar pukul 15.00 wib
Dibantu oleh Babinsa Kodim 0204/DS, Pemkab Sergai dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Sergai berjibaku di lokasi untuk memadamkan api.
Kebakaran yang terjadi akibat dari pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu pun menimbulkan kabut asap yang sangat membahayakan bagi kesehatan warga masyarakat sekitar dan dapat berpengaruh pada penerbangan di Bandara KNIA
Drs. Fajar Simbolon (Kasad Pol PP, didampingi .R.Fredy Sinaga (Kabid Damkar), Dosrin Sihotang (Kasi Pengelolahan Tempat Sampah) di lokasi mengatakan pihaknya telah mengambil langkah – langkah dengan personil TNI Koramil 10/SR Kodim 0204/DS yakni
mendatangkan 4 (Empat) unit kendaraan pemadam kebakaran.
Pemadaman secara bersama-sama baik dari TNI dan dari piahak Damkar di beberapa titik-titik tempat sumber api dengan menyemprotkan air serta melakukan penyebaran sampah yang tertimbun dikarenakan kondisi api berada didalam timbunan sampah tersebut.
Fajar mngucapkan terimakasih kepada Dandim 0204/DS yang langsung merespon permasalahan kabut asap yang terjadi akibat pembakaran sampah tersebut serta ikut menurunkan personil Koramil 10/SR untuk bekerja sama dalam menyikapi kabut asap yang terjadi.
Sementara Dosrin Sihotang (Kasi Pengelolahan tempat sampah Kab.Sergai) menyebutkan terjadinya kabut asap akibat terbakarnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di karenakan terjadinya penimbunan sampah yang mengandung gas metan dan ditambah dengan panasnya suhu terik matahari yang terjadi pembakaran secara alami.
Pemerintahan Kab. Sergai sedang membuat Drap Jastrada untuk melakukan pengurangan sampah disumbernya dengan salah satu contoh Gemalosari (Gerakan Masyarakat Membuat Lobang Sampah Sendiri).
Hampir sama dengan Dosrin ,R.Fredy Sinaga (Kabid Damkar Kab. Sergai) mengakui oroses pemadaman api tidak akan bisa langsung terhenti dikarenakan sumber api berada di bawa timhunan sampah.
Pihak Damkar berusaha untuk mengurangi volume asap yang tadinya cukup besar dan saat ini sudah mulai mereda,ujar Fredy.(Mer)











