Kalah dari Afghanistan, Indonesia Gagal ke Final Piala Asia Futsal U-20

MEDANHEADLINES.COM – Indonesia gagal mempertajam sejarahnya dalam ajang AFC U-20 Futsal Championship 2019. Menghadapi Afghanistan, Indonesia harus kalah dengan skor 4-3 dalam pertandingan yang berlangsung hingga babak perpanjangan waktu di Arena Phoursarifi, Tabriz, Iran pada Kamis, 20 Juni 2019.

Pertandingan langsung berjalan dalam tempo tinggi semenjak sepak mula. Kedua tim baik Afghanistan maupun Indonesia bermain cepat melalui dua sisi flank. Khususnya Afghanistan yang mencoba melakukan tekanan semenjak lini bawah Indonesia.

Terbukti dalam 5 menit awal pertandingan, Afghanistan telah mendapat tiga peluang bersih. Beruntung, Ahmad Habibi yang berada dibawah mistar gawang Indonesia masih mampu menggagalkannya.

Sementara Indonesia lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat. Pelatih Indonesia, Kensuke Takahashi pun langsung mengganti Syaifullah, Rizki Xavier, Afif Rizky dan Ramadhan Zidani yang turun diawal laga dengan paket pemain kedua.

Beberapa peluang pun berhasil didapat pasukan Garuda Muda. Sayangnya, beberapa peluang Indonesia masih bisa dipatahkan kiper Afghanistan, Muhammad Javas Safari.

Gol pertama akhirnya tercipta dimenit 7. Pemain bawah Indonesia yang bermain didaerah pertahanan sendiri gagal keluar dari tekanan lawan. Bola berhasil dicuri pemain Afghanistan dan dimanfaatkan dengan baik oleh Sayed Hussain.

Tertinggal satu gol membuat Filippo Inzaghi dan kolega mencoba membalas. Namun strategi high pressing yang diterapkan Pelatih Abdul Razaq Morak bagi anak asuhnya menyulitkan Indonesia membangun serangan.

Beberapa peluang yang didapat Indonesia masih berasal serangan-serangan sporadis. Sebaliknya bagi Afghanistan, keunggulan fisik para pemainnya mampu dimanfaatkan dengan baik hingga membuat Indonesia gagal berkembang. Babak pertama akhirnya ditutup dengan skor 1-0 bagi keunggulan Afghanistan.

Pasca restart, Indonesia mencoba berubah strategi. Anak asuh Kensuke Takahashi mencoba mengimbangi high pressing lawan dengan menekan Afganistan sejak garis pertahanan sendiri.

Hasilnya pun langsung terlihat saat laga babak kedua baru berjalan dua menit. Rizki Xavier berhasil mencuri bola dari pemain belakang Afghanistan dan langsung mencocor bola kedalam gawang. Kedudukan berubah sama kuat 1-1.

Laga selanjutnya masih berlangsung terbuka. Pasukan Afghanistan dan Indonesia sama-sama mencoba memberikan tekanan tinggi. Jual beli serangan pun saling dilangsungkan kedua tim.

Afghanistan kembali unggul dimenit 30. Sebuah kerjasama apik antara dua pemain Afghanistan berhasil dituntaskan dengan baik oleh Ali Arabzada. Tendangan terukur Ali berhasil mengecoh penjaga gawang Indonesia.

Namun keunggulan Afghanistan hanya bertahan sekitar 2 menit. Sebuah tekanan yang diberikan Agung Pandega membuat Hamid Reza dipaksa membuat kesalahan. Agung berhasil mencuri bola dan langsung melepaskan tendangan kaki kanan yang membuat kedudukan kembali seimbang 2-2.

Dalam 8 menit terakhir, tensi tinggi terus berlangsung. Kedua tim mencoba mencari gol kemenangannya masing-masing. Namun hingga akhir babak kedua, skor sama kuat 2-2 tetap bertahan dan pertandingan terpaksa berlanjut kebabak perpanjangan waktu.

Memasuki babak perpanjangan waktu, Indonesia langsung memberikan tekanan. Sebuah tendangan Syaifullah dari depan lingkaran pinalti masih dapat diamankan kiper Afghanistan.

Dimenit ketiga perpanjangan waktu babak pertama, Afganistan berhasil mencetak gol ketiga. Ali Arabzada berhasil mencuri bola dari kaki pemain Indonesia. Sempat mengelabui dua pemain Indonesia termasuk penjaga gawang, Ali Arabzada memberikan umpan kepada Sayed Hussain yang langsung mencocor kedalam gawang.

Tertinggal satu gol dengan waktu yang sempit, membuat Pelatih Kensuke Takahashi menerapkan strategi powerplay. Sayangnya strategi ini tidak berjalan baik dan justru membuat Afghanistan kembali mencetak gol.

Berawal dari kesalahan koordinasi dilini, bola direbut Hamid Reza Hossaini yang diteruskan kepada Dawood Yousufi. Tanpa kesalahan, Dawood menggetarkan jala gawang Indonesia.

Diperpanjangan waktu babak kedua, Indonesia kembali menerapkan startegi powerplay. Namun Afghanistan yang unggul dua bola merespon dengan memberikan tekanan tinggi. Hingga membuat pemain Indonesia tidak leluasa memainkan powerplay.

Meski demikian, Indonesia masih mampu mencuri satu gol dipenghujung pertandingan. Tendangan keras Muhammad Sanjaya dari sudut sempit masuk diantara celah kaki penjaga gawang Afghanistan. Keunggulan 1 gol masih untuk Afghanistan.

Namun singkatnya waktu yang hanya tersisa kurang dari 1 menit membuat pemain Indonesia gagal menyamakan kedudukan. Indonesia pun harus menerima kekalahan dengan skor 4-3 sekaligus menutup jalannya menembus final.

Kekalahan Indonesia membuat Firman Ardiansyah dan kawan-kawan akan menghadapi Iran atau Jepang dalam perebutan tempat ketiga. Meski gagal menembus babak final, namun pencapaian Indonesia telah menjadi sejarah baru dalam perfutsalan Indonesia.

Melaju hingga semifinal AFF Futsal Championship 2019 merupakan pencapaian terbaik Indonesia sepanjang sejarah. Bahkan raihan tersebut merupakan yang terbaik disemua kelompok umur dan tingkatan senior.

Susunan pemain :
Afghanistan : Muhammad Javas Safari (GK), Hamid Reza Hossaini, Dawood Yousofi, Mojtaba Mohammadi, Hassan Ali Jafari (C)

Cadangan : Sayed Reza Hussaini (GK), Sadiq Zaheri, Morteza Haidari, Ali Arabzada, Ali Jafari, Farzad Mahmoddi, Mortaza Katebi, Sayed Hussein

Indonesia : Ahmad Habibi (GK), Muhammad Syaifullah, Muhammad Rizki Xavier (C), Muhammad Afif Rizky, Ramadhan Zidani

Cadangan : Muhammad Wildan (GK), Muhammad Agung Pandega, Firman Ardiansyah, Abdussalam, Dewa Riski, Ari Ramdani, Muhammad Sanjaya. (iil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.