Tim Medis mengevakuasi Salah Seorang Peserta Karnaval yang mengalami kecelakaan saat melakukan atraksi bela diri
MEDANHEALDINES.COM – Kemeriahan Karnaval Pesona Danau Toba 2018 yang digelar di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatra Utara, sempat geger.
Pasalnya, salah seorang peserta karnaval mengalami kecelakaan saat melakukan atraksi bela diri. Dari pengamatan, peserta itu seorang lelaki remaja dan insiden terjadi tepat ketika iring-iringan kelompoknya tiba di garis finish, di depan panggung undangan.
Di atas panggung sejumlah pejabat masih berdiri menyambut iring-iringan karnaval. Yakni Bupati Tobasa Darwin Siagian, Staf Ahli Perekomian Gubernur Sumut Elisa Marbun, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo serta Sekretaris Kemenko Maritim Agus Purwoto.
Menurut Parada, saksi mata, sebelum terjatuh, lelaki tersebut melakukan salto, tetapi ternyata tidak mendarat dengan sempurna. Dia terlihat langsung pingsan setelah kepalanya yang terlebih dahulu mendarat dan menghantam aspal. Kucuran darah pun terlihat dari kepalanya.
“Setelah jatuh, dia langsung digotong petugas dan dibawa ke pakai ambulans, kabarnya langsung ke rumah sakit,” kata dia, seusai kejadian, Sabtu (27/10).
Namun belum diketahui identitas dari lelaki tersebut dan hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara maupun Pemkab Tobasa.
Parada juga mengungkapkan, setelah insiden, salah satu tetua adat melakukan semacam ritual di dekat lokasi kejadian. Seorang ibu bernama Margaret mengambil sebuah pot bunga dari atas panggung dan menghempaskannya ke aspal hingga hancur. Tindakan itu dilakukan dengan alasan untuk menolak bala.
Kendati sempat terjadi insiden, tetapi secara umum penyelenggaraan Karnaval Pesona Danau Toba 2018 berlangsung sangat meriah. Sepanjang lima kilometer rute yang ditempuh iring-iringan karnaval, warga tampak berjejal menyaksikan dari pinggir jalan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kabudayaan Kabupaten Tobasa, Audy Murphi Sitorus, sebelum acara mengatakan karnaval diikuti oleh lebih dari 60 peserta iring-iringan. Para peserta bukan hanya menaiki kendaraan tetapi juga dengan berjakan kaki.
Dari pengamatan, mereka terdiri dari berbagai elemen, mulai dari para siswa sekolah dasar, institusi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, perkumpulan seniman dan budayawan, serta komunitas-komunitas lainnya.
Para peserta karnaval yang bukan hanya berasal dari Kabupaten Tobasa tersebut menampilkan keunikan, ciri khas, atau pertunjukan lain dan sebagian besar mengenakan pakaian adat.(cep)












