Diduga Ada Permainan Dalam Seleksi Bawaslu Langkat, Sejumlah Calon Anggota Bawaslu Protes pada Tim Seleksi

Protes Yang dilakukan Calon Bawaslu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Menganggap Hasil seleksi tidak sesuai dengan Realita sebenarnya, Sejumlah calon anggota Bawaslu Kabupaten Langkat melakukan protes kepada Tim Seleksi

Salah satu calon anggota Bawaslu yang memprotes keputusan itu adalah Irwan Kesuma. Dia bersama rekannya menduga ada peemainan di Tim Seleksi sehingga mereka tidak diluluskan.

Kecurigaan Irwan ini terjadi karena sejak awal tes dia merasa layak untuk lulus, dan hal ini Terlihat pada nilai ujian Computerize Asissted Test (CAT). Irwan ada di posisi 8 sementara Rekannya Alimuddin berada pada rangking 3. Sedangkan Magfirah berada di ranking 2.

“Ujian CAT itu kan soal pemilu. Kami 2014 sudah Panwascam. Jadi sudah paham,” kata Irwan di Kota Medan, Rabu (8/8/2018).

Menambahi Irwan, Alimuddin yang juga merupakan calon Anggota Bawaslu juga mengungkapkan keheranannya kenapa malah calon yang berada di atas 10 besar lulus.

Dugaan permainan seleksi CAT ini juga semakin menguat setelah ada beberapa calon yang diduga melakukan pelanggaran. Misalnya ada calon yang melakukan plagiat saat menunjukkan makalah kepada Timsel. Ada calon yang punya rekam jejak berfoto dengan pasangan calon dan beberapa pelanggaran lainnya.

“Yang soal plagiat makalah itu sepertinya diabaikan oleh Timsel,” kata Alimuddin.

Lebih jauh lagi, mereka menginginkan Timsel transparan terkait hasil itu. Jangan sampai semakin mencuat dugaan kalau timsel melakukan kolusi dengan para calon.

Alimuddin Lubis dan Irwan Kusuma sudah melaporkan beberapa kejanggalan ke Bawaslu Sumut. Mereka juga akan melaporkan hal ini ke Ombudsman RI Perwakilan Sumut. Mereka meminta Pansel dievaluasi dan dipertanyakan independensinya.

Terpisah, salah satu Tim Seleksi Elvi Hadriany mengatakan, bahwa timsel sudah melakukan penilaian sesuai prosedur. Sejauh ini dia memang mengaku sudah mendaoat banyak komplain dari para peserta, khususnya yang tidak lulus. Namun dia menganggap itu hal yang biasa.

Disinggung ihwal peringkat nilai ujian yang disoal beberapa peserta, Elvi malah menanyakan balik dari mana mereka tahu soal rangking Penilaian itu.

Dia pun menyarankan agar komplain itu disampaikan ke Bawaslu Sumut. Karena saat ini proses seleksi sudah masuk tahapan fit and proper test.

“Saya tau pasti ada yang komplain. Saya selalu di komplain. Kami kan ada penilaian sendiri. Tetap menyarankan untuk membuat keberatan, pengaduan masyarakat ke Bawaslu. Jangan koar koar diluar. Buktikan dengan data lengkap,” Pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.