MEDANHEADLINES.COM, Medan – Menyamar sebagai petugas dari PT. Razza Prima Trafo rekanan PT. PLN. Dua pria asal Percut Sei Tuan, nekat mencuri kabel listrik milik PT. PLN Rayon Medan Kota, di Jalan Ismailiyah, Gang Bulan, Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan medan Area, Minggu (24/6/2018) siang.
Sialnya, aksi pelaku atas nama Sali (40) dan Ali Imran Hasibuan (24) ketahuan. Alhasil, kedua warga Dusun V, Desa Tanjung Slamat, Percut Sei Tuan, ini mendekam di ruang tahanan polisi (RTP) Polsek Medan Area guna menjalani proses hukum.
Kapolsek Medan Area Kompol J. Girsang melalui Kanit Reskrim Iptu P. Hutagaol menjelaskan, kejadian pencurian yang dilakukan kedua pelaku terjadi sekira pukul 13.00 Wib.
Di TKP, lanjutnya, dengan memakai seragam PT. PT Razza Prima Trafo dan Helm sefty, pelaku atas nama Sali memanjat trafo distribusi, dengan menggunakan tali tambang. Sementara pelaku Ali Imran Hasibuan menunggu di bawah untuk melihat situasi.
Di atas trafo, pelaku Sali berhasil memotong ujung kabel NYY, hingga terlepas dari kabel Tic yang berada di atas. Selanjutnya, Sali memindahkan kabel Tic ke kabel NYY lainnya.
” Setelah kabel semua kabel NYY yang ada di atas putus, barulah pelaku mengambil dan menurunkannya ke bawah,”kata Iptu P. Hutagaol Senin (25/6/2018) sore.
Akan tetapi, sambungnya, belum semua kabel berhasil diturunkan ke bawah. Aksi kedua pelaku diketahui oleh warga bernama Jadiman Hutapea yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.
Selanjutnya, Jadiman melaporkan peristiwa itu ke Polsek Medan Area dan pihak PLN. Tak berselang lama, petugas Polsek Medan Area dan PLN tiba di lokasi dan bersama-sama menangkap kedua pelaku. Kini kedua pelaku diboyong ke markas komando (mako) untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
” Selain kedua pelaku, dari lokasi petugas turut menyita satu tali tambang untuk memanjat, satu pasang seragam PT. Razza Prima Trafo, 1 tang potong, 1 tang biasa. Selain itu, 1 obeng bunga, 1 tespen, 3 kabel NYY, 1 kabel Tic yang sudah dipotong. Kemudian 1 tas sandang, 1 unit sepeda motor Suzuki BK 5041 AAM, dan pedang samurai,”terang P. Hutagaol. (afd)












