Hadir di Uji Publik Bacalon Wali Kota, Rahudman Harahap: Medan Butuh Pemimpin Tegas dan Mengayomi

Bacalon Wali Kota Medan, Drs. H. Rahudman Harahap MM (kemeja biru) saat memaparkan program yang akan dilakukan jika terpilih menjadi Wali Kota Medan periode 2024-2029, di acara Uji publik Bacalon Wali Kota Medan yang digelar Aliansi BEM se-Kota Medan, Sabtu (29/6/2024). (Foto: Istimewa).

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Bakal calon Wali Kota Medan Pilkada 2024, Drs H Rahudman Harahap MM, menghadiri uji publik bakal calon Wali Kota Medan yang digelar Aliansi BEM se-Kota Medan.

Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini dilaksanakan di TKP Corner, Jalan Seroja, Kecamatan Medan Sunggal, pada Sabtu (29/6/2024).

Di kesempatannya, Rahudman menyampaikan berbagai tantangan yang mungkin dihadapi Kota Medan di masa mendatang. “Oleh karena itu, diperlukan seorang pemimpin yang tegas namun mengayomi untuk menata kembali Kota Medan, menjadi kota yang bermartabat, aman, bersih dan nyaman,” kata Wali Kota Medan ke-15 itu.

Rahudman menjelaskan beberapa langkah konkret yang harus diambil untuk mengatasi berbagai persoalan di Medan. Mulai dari masalah kesehatan, pendidikan, stunting, pengangguran, banjir, kemacetan dan keamanan, terutama masalah begal yang meresahkan masyarakat.

Cara untuk meningkatkan kesehatan harus dimulai dari lingkungan yang bersih. Selama menjabat, ia menginisiasi pengangkutan sampah dari rumah warga dua kali sehari untuk menjaga kebersihan kota.

Dalam catatannya, Rahudman adalah wali kota pertama yang meluncurkan program Medan Sehat sebelum adanya program BPJS dari pemerintah. Itu semua dilakukannya sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga Medan.

Dalam upaya mengatasi pengangguran, Rahudman menyoroti soal pentingnya investasi dan perkembangan dunia usaha yang harus didukung keamanan dan infrastruktur yang baik.

Ia juga mendorong agar generasi muda tidak hanya berfokus mencari pekerjaan di sektor formal, tapi mengembangkan jiwa kewirausahaan.

“Jika terpilih, saya akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga swasta, untuk menggalakkan pelatihan-pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda,” ucapnya.

Rahudman juga memaparkan langkah-langkah untuk mengatasi masalah banjir dan kemacetan di ibu kota Provinsi Sumut ini. Kemudian dia menyampaikan komitmennya dalam mengatasi masalah begal dengan melibatkan masyarakat melalui poskamling, yang berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI, serta menghadirkan berbagai kegiatan kepemudaan.

Mengenai stunting, Rahudman mengatakan bahwa dengan APBD Kota Medan yang mencapai Rp8 triliun, seharusnya tidak ada lagi anak yang mengalami stunting.

“Berikutnya, pengalokasian dana pendidikan yang efektif juga sangat penting agar semua anak di Kota Medan bisa sekolah dan mendapatkan beasiswa,” katanya lagi.

Mengusung slogan “Ini Baru Medan” Rahudman memiliki visi untuk menjadikan Kota Medan lebih baik dari hari ini. Menurutnya, pembangunan harus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat dan bukan hanya kebutuhan pengusaha. Dia juga berkomitmen untuk menciptakan kepemimpinan yang tegas namun mengayomi, serta menghapus praktik orang dalam (Ordal) agar penerima beasiswa adalah mereka yang benar-benar berhak.

Rahudman menceritakan, selama memimpin, Kota Medan berhasil mendapatkan penghargaan Adipura. Hanya butuh 1 tahun ia bisa mengubah citra kota dari yang terjorok menjadi lebih baik.

Ia juga menyoroti pentingnya pemberian bantuan kepada UMKM dan beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa. Mengenai penggusuran, Rahudman menegaskan pedagang tidak boleh digusur tanpa solusi karena mereka sedang mencari nafkah.

Rahudman menegaskan bahwa ia maju sebagai calon Walikota Medan karena tidak memiliki masalah hukum, dan merupakan satu-satunya kepala daerah yang dinyatakan bebas murni berdasarkan putusan PK MK.

Dengan berbagai langkah strategis yang disampaikan, Rahudman Harahap berkomitmen untuk membawa Kota Medan menuju masa depan yang lebih bermartabat, aman, dan nyaman bagi seluruh warganya.

Ketua panitia acara, Gibran mengatakan bahwa pihaknya mengundang enam bakal calon Wali Kota Medan di acara uji publik calon Wali Kota Medan. Namun yang hadir di acara hanya Rahudman Harahap dan Prof Ridha Darmajaya.

“Kita mengundang enam bakal calon yang namanya muncul ke publik. Tapi, hanya Pak Rahudman Harahap dan Prof Ridha yang hadir sampai kegiatan selesai,” ucap Gibran. (FAD/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.