MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pelaku yang menikam pemilik Warkop di Medan, Yoshua Samosir (38) hingga tewas telah ditahan. Pelaku merupakan anggota TNI AU berinisial Pratu R.
“Sudah jadi tersangka dan sudah ditahan,” kata Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud Soewondo Medan, Mayor Pom Sadin saat dikonfirmasi wartawan, seperti dikutip dari suarasumut.id, Senin (14/8/2023).
Mayor Sadin menjelaskan, Pratu R dijerat dengan pasal penganiayaan ringan dan penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Dalam minggu ini akan kita limpahkan ke Oditur Militer. Saksi yang kita periksa berjumlah 17 orang saksi,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan, lanjut Sadin, Pratu R mengaku menganiaya korban dengan spontanitas karena ingin membubarkan sejumlah orang yang mengerubunginya.
“Tersangka pada saat malam kejadian (Minggu 23 Juli 2023), baru pulang mengantar pacarnya,” katanya.
Pada saat Pratu R melintas di sekitar SMA Negeri 2 Medan, terjadi balap liar dan salah satu kendaraan itu menyenggol mobilnya. Akibat kejadian itu cekcok pun terjadi hingga akhirnya Pratu R menganiaya pemuda inisial A (kasus penganiayaan ringan).
Sesampainya di depan warung korban (Yoshua Samosir), sejumlah warga mengerumuni mobil Pratu R karena korban A meminta tolong. Tersangka lalu mengeluarkan sebilah senjata tajam untuk menakut-nakuti warga agar bubar.
“Dia mau menakuti agar warga yang mengerumuni dia bubar. Ini kata tersangka ya, jadi dia mengayunkan senjata tajam secara membabi buta, hingga terkena leher korban,” katanya.
Meski spontanitas, perbuatan Pratu R jelas salah apalagi sampai mengakibatkan korban meninggal dunia. Tersangka akhirnya menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Dia menyerahkan diri,” jelasnya.
Sebelumnya, korban Yoshua Samosir tewas ditikam pada Minggu 23 Juli 2023 dini hari. Korban meninggal dunia lantaran kehabisan darah usai lehernya ditusuk pisau sangkur. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawa korban tidak tertolong.
Peristiwa bermula saat korban ada melihat keributan di depan Warkopnya. Melihat itu korban dan beberapa warga pergi untuk mengecek keributan tersebut. Ternyata korban ada seorang remaja yang dikenalinya dalam kondisi sudah babak belur.
Saat hendak menolong, pelaku membentak warga yang mengerumuninya. Pada saat bersamaan pelaku juga mengaku tentara. Tak lama pelaku menikamkan pisau sangkurnya ke arah bahu dan leher korban hingga tewas. (Red/suarasumut.id)












