Saksi Penikaman Pemilik Warkop di Medan: Pelaku Mengaku Tentara, Begini Penjelasan TNI

Saksi Penikaman Pemilik Warkop di Medan: Pelaku Mengaku Tentara, Begini Penjelasan TNI (Ilustrasi penikaman: Shutterstock)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kasus tewasnya pemilik Warkop, Yosua Samosir (38) yang terjadi di Jalan Adi Sucipto, Kota Medan, Minggu (23/7/2023) lalu mendapat perhatian dari Komando Sektor (Komsek) I Medan TNI AU.

Pasalnya, saksi yang berada di lokasi kejadian mengatakan bahwa pelaku sempat mengaku tentara dan menunjuk ke arah Mess Kosek I TNI AU di Polonia. Saksi mendengar pengakuan itu saat korban dan warga meminta pelaku untuk menurunkan remaja yang ada di mobilnya. Remaja pria itu sudah dalam keadaan lebam-lebam. Pada saat cek-cok itulah pelaku mengambil sangkur dan menikam leher Yosua Samosir. Akibat kejadian itu korban meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Kapentak Kosek 1 Medan, Letda Dani mengatakan, kasus ini masih dalam proses penyelidikan di kepolisian. Namun pihaknya sudah melakukan pengecekan anggota yang berada di mes saat kejadian tersebut. Dan dia mendukung pihak berwajib untuk segera mengungkap siapa pelakunya.

“Secara internal kami sudah mengecek ke seluruh anggota. Hasilnya, kami tidak menemukan ada anggota yang keluar dari mes saat kejadian tersebut,” kata Dani kepada wartawan, Senin (24/7/2023).

Pabanda Pamadya Kosek 1 Medan, Mayor Indra Paulus mengklarifikasi bahwa sejauh ini pihaknya belum mendapati siapa pelaku yang menikam korban. Dia menegaskan, apabila ada personelnya terlibat, maka pihaknya akan memprosesnya sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku.

“Jika ada personel kami yang terlibat, kami akan proses secara hukum,” pungkasnya.

Pelaku mengaku tentara dan menunjuk ke Mes Kosek TNI AU Polonia

Berita sebelumnya, seorang pria berperawakan oknum militer menikam pemilik Warkop bernama Yosua Samosir pakai senjata jenis sangkur. Pria berumur 38 tahun itu tewas setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik Medan.

Menurut keterangan keluarga korban, Berto Siagian mengatakan, kejadian yang menimpa Yosua terjadi tak jauh dari warung kopinya di Jalan Adi Sucipto, Kota Medan pada Minggu (23/7/2023), sekitar pukul 01.00 WIB. Dini hari itu, dia bersama korban dan 4 warga lainnya sedang bakar-bakar ikan di depan warung korban.

“Saat bersamaan, ada pengendara mobil menghadang dua sepeda motor yang melintas di seberang warung. Pengendara motor itu berjumlah empat orang,” ujar Berto kepada wartawan di rumah duka Jalan Karya Bakti, Kota Medan.

Melihat kejadian itu, lanjut Berto, mereka lalu mendatangi mobil dan dua pengendara yang sedang ribut. Mereka kemudian bertanya kepada sopir mobil (pelaku) kenapa mengejar pengendara motor itu.

“Awalnya dia (pelaku) mengatakan bahwa dua pengendara itu mau menabraknya. Tapi pas kami melihat ke dalam mobil ada seorang remaja. Wajahnya sudah lebam-lebam,” ucap Berto, saksi yang melihat kejadian secara langsung.

Setelah memperhatikan, ternyata Yosua (korban) mengenali remaja di mobil tersebut. Remaja itu sempat minta tolong ke korban. Mendengar itu, korban dan temannya memaksa pelaku untuk menurunkan remaja itu. Akibatnya, terjadi cek-cok antara korban dan warga dengan pria berperawakan oknum militer itu.

“Si sopir berontak. Dia tanya kami siapa? Ya kenapa rupanya kami bilang. Terus dia mengaku tentara dan menunjuk ke arah Mes Kosek TNI AU Polonia,” ucapnya.

“Kami ramai saat itu. Mungkin karena merasa terancam, dia (pelaku) masuk ke mobil dan mengambil sangkur. Dia sempat mengancam jangan ada yang maju. Tapi kami dekati aja terus,” katanya.

Pelaku menikam leher korban pakai sangkur

Akan tetapi, sambung Berto, saat korban dan saksi lain maju, pelaku menikam leher korban. Melihat kejadian itu, para saksi dan warga berusaha menyelamatkannya. Mereka membawanya ke RSUP Adam Malik Medan. Namun naas, nyawa pemilik Warkop ini tak tertolong. Sedangkan pelaku meninggalkan lokasi kejadian.

“Pelaku menurunkan remaja yang wajahnya lebam-lebam itu. Kabarnya remaja itu sudah ke Polsek,” ucap Berto.

Dihubungi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, AKP Harjuna Bangun membenarkan kejadian pembunuhan terhadap korban Yosua Samosir. Namun dia belum bisa menjelaskan siapa pelaku yang menikam korban karena masih dalam proses penyelidikan.

“Iya ada (kasus pembunuhannya). Nanti saya cek dulu,” kata Harjuna, Minggu (23/7/2023) malam. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.