MEDANHEADLINES.COM, Medan- Sopir dan dua kernet Truk Fuso BK 8025 EL yang membawa triplek terpaksa menjalani perawatan medis di rumah sakit. Mereka mengalami sejumlah luka usai mendapat bogem mentah dari massa di Jalan BZ Hamid, Kota Medan, Sabtu (22/7/2023) malam.
Kanit Lantas Polsek Delitua, Iptu Bazaro Bulolo menjelaskan, masyarakat menghakimi sopir dan dua kernet itu karena diteriaki pelaku tabrak lari. Memang hari itu ada tiga peristiwa kecelakaan yang terjadi di tiga lokasi.
Kejadian pertama terjadi di Jalan Jamin Ginting, Simpang Durin Pitu, sekitar pukul 19.00 WIB. Kedua, di Jalan Jamin Ginting, Simpang Pencawan, sekitar pukul 19.30 WIB dan terakhir di Jalan BZ Hamid sekitar pukul 20.15 WIB.
“Untuk sementara, sopir truk ini diteriaki pelaku tabrak lari. Lantaran panik, dia lalu melarikan diri dari warga yang mengejar sampai akhirnya menabrak seorang pengendara,” ucap Bazaro saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/72023).
Bazaro mengatakan, sopir truk tersebut bernama Andreas Grenada Saragih (20). Sedangkan kernetnya Yeri Wanda (20) dan Agustian Ziliwu (21).
Massa keburu meneriaki sopir truk pelaku tabrak lari
Menurut Bazaro, awalnya Andreas datang dari arah Sembahe hendak menuju Pancur Batu. Begitu sampai di Simpang Durin Pitu, Andreas mendadak mengerem karena mobil di depannya berhenti secara tiba-tiba. Akibat kejadian itu, seorang pengendara motor yang berada di belakangnya marah-marah. Merasa tak bersalah, Andreas melanjutkan perjalanannya.
“Masalahnya, saat itu massa langsung meneriaki Andreas pelaku tabrak lari sampai ke Simpang Pencawan. Dia lalu menyenggol sepeda motor BK 2508 AJM, Enrico Hamonangan Siahaan (32),” katanya.
Setelah kejadian itu, Andreas mulai ketakutan dan melarikan diri ke arah Medan. Dan Enrico ikut mengejarnya. Akan tetapi, begitu melintas di depan Kantor Kejatisu, Andreas kembali menyenggol satu unit mobil. Setelah itu, Andreas tetap melajukan kendaraannya menuju arah Jalan BZ Hamid.
“Di lokasi terakhir ini lah Andreas menabrak Enrico. Akibat kejadian itu, Enrico mengalami luka di kedua kakinya. Warga lalu membawa Enrico ke RS Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya.
“Sementara massa yang lain menghajar Andreas dan kernetnya di TKP. Kami menduga yang meneriaki pelaku tabrak lari adalah massa yang mengejarnya dari wilayah Pancur Batu. Mereka mengalami luka di bagian wajah dan kepala. Saat ini ketiganya sudah menjalani perawatan di RS Bhayangkara,” sambungnya.
Bazaro mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian itu. Pihaknya juga sudah mengambil keterangan sejumlah saksi. “Waktu kami sampai di lokasi, truk Andreas sudah tidak berisi. Kabarnya massa menjarahnya,” pungkasnya. (FAD)











