Minta Pimpinan Daerah Petakan Potensi Kerawanan Pemilu, Jokowi : Jangan Pas Kejadian Baru Sibuk

Presiden Jokowi saat menyampaikan keterangannya di Hotel Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (16/11/2022). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

MEDANHEADLINES.COM – Presiden Jokowi meminta kepada daerah seluruh Indonesia untuk menjaga situasi agar tetap kondusif menuju Pemilu 2024. Jokowi menegaskan dirinya tidak ingin masyarakat menjadi korban politik identitas.

Demikian disampaikan oleh Jokowi pada acara Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Masalah stabilitas politik dan keamanan menuju pada Pemilu 2024, saya minta betul-betul saudara-saudara bisa menjaga situasi kondusif. Menjaga agar masyarakat kita tidak menjadi korban politik. Namanya politik identitas,” kata Jokowi melansir Antara Selasa (17/1/2023).

Dirinya mengingatkan agar TNI Polri tidak terlibat dalam politik praktis. Selain itu meminta kepala dan pimpinan daerah memetakan potensi kerawanan pemilu.

“Jangan pas kejadian baru kita pontang-panting sibuk ke sana ke sini. Salah siapa ini? Salah siapa ini?” katanya pula.

Dia menekankan semua pihak harus betul-betul memiliki sensitivitas di tahun politik serta sering turun ke lapangan, sehingga kejadian-kejadian kecil bisa segera diredakan.

“Saya titip betul masalah ini,” ujarnya.

Jokowi juga meminta kepala daerah memastikan bahwa semua pemeluk agama memiliki hak yang sama untuk beribadah, sebagaimana dijamin oleh konstitusi.

Jangan sampai ada peraturan wali kota atau instruksi bupati yang melarang pembangunan tempat ibadah. Sebab kebebasan beragama dan beribadah sudah dijamin konstitusi.

“Karena saya lihat masih terjadi. Kadang-kadang saya berpikir ‘sesusah’ itu kah orang yang akan beribadah? Sedih itu kalau kita mendengar,” katanya.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.