Ragam  

Bagaimana Software Payroll Membantu Menghitung PPh 21 Karyawan

MEDANHEADLINES.COM – Melaporkan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) tahunan seperti SPT PPh 21 adalah kewajiban perusahaan. Namun, walau sudah jadi hal rutin setiap tahunnya, menghitung pajak karyawan tetap menjadi satu hal yang menyulitkan bagi perusahaan.

Ini karena cara perhitungan pajak tergantung pada subjektif maupun objektif karyawan tersebut.

Latar belakang subjektif dilihat dari seorang karyawan tetap yang memiliki NPWP, tanggungan, masa kerja serta status PTKP-nya. Lain lagi dengan latar belakang objektif yang harus melihat jumlah penghasilan teratur dan penghasilan tidak teratur. Baik faktor subjektif dan objektif ini yang sering membuat timbulnya kesalahan pada
perhitungan PPh 21.

Selain itu, penghasilan teratur dan tidak teratur karyawan juga menjadikan perhitungan pajak PPh 21 setiap tahunnya berbeda. Bila terjadi kesalahan dalam perhitungan pajak maka akan dikenakan sanksi. Maka dari itu, saat ini sudah banyak perusahaan yang menggunakan software payroll sebagai solusi perhitungan pajak yang tepat.

Apa yang Dimaksud Penghasilan Teratur

Di atas, kita sudah menyinggung masalah penghasilan teratur dan tidak teratur yang dapat memengaruhi nominal pembayaran pajak. Tapi apakah Anda sudah tahu apa itu sebenarnya?

Jadi, penghasilan teratur adalah penghasilan pegawai yang bersifat tetap, ini seperti gaji, tunjangan, lembur, serta imbalan apapun yang didapatkan karyawan. Penghasilan yang dihitung merupakan uang yang diterima secara periodik berdasarkan ketentuan dari ketetapan perusahaan selaku pemberi kerja.

Lain lagi dengan penghasilan yang tidak teratur yang merupakan penghasilan bagi karyawan yang tidak diterima secara periodik dan sifatnya tidak teratur. Penghasilan ini hanya diterima sekali setahun atau periode tertentu. Seperti THR, bonus tahunan atau komisi lainnya.

Permasalahan Kesalahan Hitung PPh 21 yang Sering Dialami

Tentu ada beberapa penyebab mengapa salah hitung dalam menghitung PPh 21 sering terjadi. Misalnya saja karyawan baru yang masuk pada pertengahan tahun tentu perhitungannya akan berbeda dari karyawan yang sudah mulai bekerja sejak awal tahun.

Jadi, tidak dikeluarkan bukti pemotongan pajak dari perusahaan lama. Ini dapat menyebabkan terjadinya maping perusahaan. Maping sendiri adalah kesalahan perhitungan penghasilan teratur dan tidak teratur.

Selain itu, kesalahan lainnya yang sering terjadi dalam perhitungan PPh 21 adalah salah menentukan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dari status tanggungan atau juga status pernikahan.

Ini karena memang ada perbedaan aturan untuk tanggungan anggota dan anggota tambahan maka akan berbeda PTKP-nya. Kesalahan lainnya juga bisa terjadi karenatidak updatenya informasi peraturan pajak baru yang akhirnya menyebabkan salah hitung.

Hal yang Dilakukan Bila Terjadi Kesalahan

Bila perusahaan mengalami kesalahan dalam perhitungan pajak, maka wajib melapor ke KPP. Apabila kelebihan bayar, maka kelebihan tersebut dapat dikompensasi pada periode pajak berikutnya.

Tapi, bila kasusnya kurang bayar maka perusahaan akan dikenakan sanksi administrasi pajak.

Jika tidak tahu ada kesalahan dalam perhitungan pajak, maka audit pajak akan memberitahu perusahaan. Bila belum paham atau kerap mengalami kesalahan, maka ada baiknya perusahaan mulai menggunakan software payroll.

Bagaimana Software Payroll Membantu Menghitung Pajak

Mengalami salah hitung pajak akan merugikan perusahaan, maka dari itu untuk menghindari salah hitung pajak sekarang perusahaan sudah bisa memanfaatkan teknologi software payroll.

Pertama-tama, software payroll pastinya akan membantu perusahaan untuk menghitung gaji karyawan sesuai dengan komponen-komponen gaji yang telah diatur.

Proses menghitung gaji ini bisa dilakukan lebih cepat daripada menggunakan cara manual. Dari perhitungan gaji tersebut tentu perusahaan sudah dapat menghitung kewajiban pajak karyawan.

Bahkan, saat ini juga sudah ada software payroll yang dilengkapi dengan fitur tax calculator seperti yang dimiliki oleh LinovHR. Tax calculator dalam software payroll milik LinovHR dilengkapi bagian-bagian penting dalam menghitung pajak, HRD hanya tinggal memasukan angka-angka saja lalu pajak akan dihitung dengan otomatis.
Dengan begini, perusahaan tidak akan lagi mengalami salah hitung pajak.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai software ini, Anda dapat mengajukan demo gratis
dengan mengunjungi website LinovHR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.