MEDANHEADLINES.COM – Universitas Sumatera Utara melalui Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM USU) melakukan pengabdian di KM 11 Dairi. Tim yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa USU melakukan pengembangan dan implementasi aplikasi anak sehat dalam rangka peningkatan kesehatan masyarakat di wilayah kerja puskesmas km 11. Aplikasi ASAH merupakan Aplikasi yang memudahkan para orang tua, kader posyandu dan puskesma untuk dapat mengontrol atau memantau tumbuh kembang balita sehingga balita mendapatkan gizi yang baik.
Menurut ketua tim Dhani Syahputra Bukit SKM., MKM, “Ada 6 faktor yang penyebab gizi buruk pada anak pertama adalah Pengambilan keputusan dan intervensi kerap kali tidak sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada. Kedua kesesuaian data puskesmas yang belum sesuai dengan kondisi yang ada. Ketiga data yang belum tercatat secara keseluruhan (missing data). Keempat media promosi kesehatan yang belum sesuai dengan permasalahan masyarakat. Kelima keterlambatan petugas Kesehatan dalam memperoleh data yang baik dan benar dalam pengambilan keputusan. Terakhir tentu pelayanan kesehatan pada masyarakat seharusnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan bermanfaat bagi mereka”.

Ditambahkan ketua tim Pak Bukit “Selama ini telah banyak sekali aplikasi yang dibangun tetapi belum memberikan solusi yang tepat kepada masyarakat. Melalui Teknologi ASAH ini diharapkan mempermudah aktivitas petugas pelayanan kesehatan di POSYANDU dengan melakukan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung upaya preventif masalah Kesehatan. ASAH juga meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat mengenai kesehatan secara menyeluruh. ASAH menjadi program yang sangat baik dan berkelanjuta pada program kesehatan masyarakat, karena pengembangan asah melalui penelitian dan masukan dari masyarakat”
Ditemu saat pelatihan aplikasi ASAH kepala puskesmas dairi dr. Risma Situmorang mengatakan “Saya sudah merasakan langsung manfaat aplikasi ASAH ini, untuk pemantauan masyarakat kami tidak lagi perlu mengumpulkan data-data dari kader tetapi saya akan pantau terus melalui dashboard yang tersedia di puskesmas secara realtime”.
“jadi saya bisa pantau langsung kinerja dan usaha-usaha yang dilakukan kader posyandu untuk menjaga kesehatan dan gizi anak-anak di wilayah kami ini” tutup kepala puskesmas.
Ibu Imelda lumbanraja Kader posyandu yang diminta keterangan mengatakan harapannya “Semoga tim ASAH dari LPPM USU ini terus diberikan semangat dan kekuatan agar tidak bosan memberikan pendampingan kepada kader posyandu. Agar tujuan untuk menjadi wilayah anak sehat tercapai”.
Tim ASAH terdiri dari Dhani Syahputra Bukit SKM., MKM dan Pauzi Ibrahim Nainggolan S.Kom, M.Sc. yang diikuti beberapa mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara.












