MEDANHEADLINES.COM – Pembina yayasan Matauli, Akbar Tandjung kunjungi sekolah SMA Lokon St. Nikolaus Kota Tomohon, Sulawesi Utara, Jumat (19/8/2022). Kedatangan mantan ketua DPR periode 1994-2004 itu bertujuan untuk lakukan studi banding.
Tidak sendiri, Akbar Tandjung juga didampingi oleh ketua Yayasan Matauli, Fitri Krisnawati Tandjung dan Kepala sekolah SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan.
“Pihak Yayasan Matauli akan melakukan kerjasama dengan pihak sekolah SMA Lokon St Nikolaus. Penerapan pendidikan yang baik akan kita lakukan di SMA Matauli Pandan,” jelas pembina Yayasan Matauli, Akbar Tandjung melalui kepsek SMA N 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan.
Dalam kunjungan itu, rombongan Yayasan Matauli tiba di SMA Lokon St. Nikolaus sekira pukul 09.00 WITA. Mereka pun langsung disambut baik oleh kepala sekolah SMA Lokon St Nikolaus, Stephanus Poluan beserta unsur pimpinan dan guru.
Deden mengatakan, SMA Lokon St. Nikolaus adalah sekolah dalam naungan Yayasan Pendidikan Lokon yang didirikan oleh keluarga Ronald Korompis-Wewengkang.
Sekolah Lokon mulai beroperasi pada tahun 2002 berdasarkan Akte Pendirian Notaris F. J. Mawati No. 22, tertanggal 18 November 1997 dan diresmikan oleh Presiden RI ke-6 Dr. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 19 Januari 2006.
“Di sana kita juga meninjau fasilitas kampus SMA Lokon St. Nikolaus SMA Lokon St. Nikolaus seperti ruang kelas, laboratorium IPA, Perpustakaan, Klinik, Asrama, Hall, Katedral Kampus, lapangan sepak bola, kolam renang, lapangan out door dan fasilitas lainnya,” kata Deden.
Dikatakan Deden, di SMA Lokon St. Nikolaus, para siswa dibina dan dibimbing dalam pengembangan sikap, mental dengan cara hidup di asrama.
“Di SMA Lokon St Nikolaus, siswa diwajibkan untuk tinggal di asrama agar mampu didik mandiri, disiplin, bersih, rapih, sopan, rajin, sabar, adil, jujur, bijaksana, dan takut akan Tuhan,” jelas Deden.
Deden menyebutkan, asrama SMA Lokon St. Nikolaus yang terintegrasi dengan sekolah memudahkan siswa dalam kegiatan ekskul ataupun kelas tambahan.
Selain itu, di asrama tersebut, siswa mendapatkan sumberdaya manusia dan fasilitas gedung modern serta lengkap.
“Di asrama fasilitasnya dilengkapi dengan ruang belajar, layanan kesehatan, keamanan, internet (wifi), laundry. Siswa juga didik oleh pamong sebagai pembina karakter,” jelas Deden.
Dikatakan Deden, saat ini pendiri Yayasan Pendidikan Lokon menerapkan konsep pada pendidikan karakter yang integral holistik dan multikultural.
Sebagai pendiri Yayasan Pendidikan Lokon, Ronald Korompis juga menerapkan kurikulum Nasional serta kurikulum berbasis kehidupan di SMA Lokon St Nikolaus.
“Melalui pembelajaran spiritual, moral, intelektual, serta budaya di sekolah dan asrama, siswa dibekali untuk menjadi pribadi yang berkualitas, memiliki kepribadian dan fisik yang baik, bisa menerima dan menghargai perbedaan serta takut akan Tuhan,” jelas Deden.
Melihat dari visi dan misi, kata Deden, SMA Lokon St Nikolaus menjadi institusi unggulan yang tanggap, kreatif dan inovatif dalam bidang pendidikan yang mengintegrasikan kebenaran. Kebajikan dan iman serta mampu memperkasa anak didik dan meningkatkan kesejahteraan sumber daya manusia.
“Dengan kegiatan kerjasama ini diharapkan akan memperkuat hubungan pendidikan antar lembaga sehingga dapat mempercepat pembangunan pendidikan poros barat (SMA Negeri 1 Matauli Pandan) dan poros timur (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon),” kata Deden.
Deden mengungkapkan, saat ini SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon telah bekerjasama dengan berbagai pihak. Baik melalui pemerintah daerah maupun swasta.
Pada tahun 2005 SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, kata Deden telah bekerjasama dengan Cambridge University Press, Educational Partner untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang intensif.
Selain itu, melalui kerjasama dengan Observatorium Bosscha ITB, saat ini SMA Lokon juga telah memiliki Mt Lokon Observatory sebagai pusat pembelajaran Astronomi di Sulawesi Utara dan Indonesia Timur.
“Kerjasama yang akan kita lakukan yakni berbagi praktik-praktik baik antara SMA Negeri 1 Matauli Pandan dengan SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon,” jelasnya.
Dikatakan Deden, dengan adanya kerjasama yang dibangun diharapkan akan memperkaya budaya sekolah dari kedua belah pihak sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia.
“Tahun 2016 SMA Lokon juga bekerjasama dengan Conficius Institue China untuk pengembangan bahasa Mandarin dan UGM Jogjakarya sebagai pusat pembelajaran Geothermal (panas bumi),” ungkap Deden.
“Melalui kerjasama yang akan kita bangun itu, pertukaran guru dan pelajar, kerjasama penelitian pendidikan dan penelitian ilmiah juga kita lakukan,” kata Deden lagi.












