Terapung Selama 65 Jam, TNI AL Berhasil Selamatkan 4 Nelayan Korban Kapal Tenggelam

MEDANHEADLINES.COM – TNI Angkatan Laut melalui unsur KRI yang tengah melaksanakan Latihan Gabungan Bersama “Super Garuda Shield 2022” melakukan upaya penyelamatan dan pertolongan terhadap empat anak buah kapal (ABK) KM. Rizki yang tenggelam. Keempat ABK terombang ambing bertahan hidup selama 65 jam hingga berhasil diselamatkan dan dievakuasi TNI AL di Perairan Timur Pulau Bangka, Babel. Minggu (31/7/22)

KRI Bung Tomo-357, KRI John Lee-358 dan KRI Frans Kaisepo-368 yang tengah melaksanakan pelayaran lintas laut dari Jakarta menuju Batam dalam rangka Satuan Tugas Latgabma Super Garuda Shield 2022. Dalam pelayarannya, KRI Bung Tomo-357 pertama kali melihat kontak visual orang mengapung di lautan.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada I (Danguspurla I) Laksamana Pertama TNI H. Kresno Utomo sebagai Komandan Gugus Tugas Super Garuda Shield 2022 mengatakan “sekitar pukul 07.35 WIB, jaga pengawas KRI Tom-357 yang bertugas melaporkan adanya kontak visual pada koordinat 01°41’06” S – 106°51’54”T, kontak tersebut berupa orang mengapung yang melambaikan tangan ” Jelasnya

Mendapati kontak tersebut, Komandan KRI TOM-357 segera memerintahkan seluruh unsur melaksanakan Peran Orang Jatuh di Laut/Man Over Board (MOB). Berselang sepuluh menit kemudian, satu korban Suryanto (42) berhasil dievakuasi oleh KRI TOM-357 dengan menggunakan RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) dan langsung diberikan pertolongan pertama medis di KRI TOM-357.

“Dari korban pertama yang berhasil diselamatkan, kita ketahui bahwa KM. Rizki GT-15 yang diawaki korban bersama tiga orang lainnya mengalami kebocoran dan tenggelam” tambahnya

Menindaklanjuti informasi tersebut, selanjutnya ketiga KRI yakni KRI Bung Tomo-357, KRI John Lee-358 dan KRI Frans Kaisepo-368 melakukan operasi SAR (Search And Rescue) terhadap tiga korban temggelamnya KM. Rizki.

Pada pukul 07.46 WIB KRI FKO-368 berhasil melihat kontak visual orang mengapung kedua yang melambaikan tangan pada koordinat 01°41’28” S – 106°53’52” T dan langsung dievakuasi ke KRI FKO-368 untuk dilakukan pemeriksaan medis. Dua menit kemudian, KRI TOM-357 juga berhasil menemukan korban ketiga dan langsung dievakuasi ke KRI TOM-357 untuk pemeriksaan medis.

Mendapati masih satu korban yang belum ditemukan, selanjutnya KRI TOM-357 bermanuver mencari korban terakhir, sekitar pukul 07.58 WIB KRI TOM-357 akhirnya berhasil menemukan korban keempat. Usai evakuasi korban, KRI TOM-357 melakukan broadcast kepada seluruh unsur menyampaikan selesainya peran orang jatuh di laut dengan ditemukannya korban keempat dan melanjutkan pelayaran kembali.

Laksamana Pertama TNI H. Kresno Utomo mengapresiasi gerak cepat seluruh unsur dalam menangani korban kecelakaan di laut. “KM. Rizki GT 15 yang mengalami musibah hingga akhirnya tenggelam merupakan kapal ikan kayu dengan empat orang ABK bertolak dari Pangkal Balam pada Kamis (28/7) dengan tujuan mencari ikan di sisi barat daya Ketapang” jelasnya.

“sekitar pukul 16.00 kapal tersebut mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam pada pukul 22.00 WIB. Keempat ABK berusaha untuk menyelamatkan diri dan bertahan hidup selama 65 jam hingga akhirnya berhasil diselamatkan oleh unsur KRI Satuan Tugas Latgabma Super Garuda Shield 2022 yang sedang melaksanakan pelayaran lintas laut dari Jakarta menuju Batam” tambahnya

“Keberadan TNI AL harus dapat memberikan manfaat kepada warga negara Indonesia, upaya cepat yang dilakukan unsur KRI dalam melaksanakan SAR ditengah-tengah latihan merupakan implementasi perintah pimpinan TNI Angkatan Laut, Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono yang menekankan kepada seluruh prajurit TNI AL agar senantiasa memberikan manfaat kepada warga negara Indonesia dalam mewujudkan jaminan keamanan dan keselamatan bagi pengguna lautan sebagai perlintasan maupun mata pencaharian masyarakat Indonesia” pungkasnya.

Keempat ABK KM Rizki yang tenggelam, Ikram (35) Nakhoda, Suryanto (42), Lasuarjo (29), Hajrah (22) selanjutnya dievakuasi ke Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam untuk dilakukan pemeriksaan medis lanjutan. Sedangkan ketiga KRI melanjutkan misi operasi dalam rangka Latgabma Super Garuda Shield 2022.

Latihan Gabungan Bersama bertajuk Super Garuda Shield 2022 sendiri merupakan latihan bersama tahunan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM), dimana dalam latihan gabungan tersebut melibatkan personel militer dari Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, Australia, Jepang, dan Singapura yang dirancang untuk memperkuat interoperabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.