MEDANHEADLINES.COM, Medan – DPW Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem Sumut menggelar perayaan HUT Garnita Malahayati NasDem ke-11 tahun di Kantor DPW Partai NasDem Sumut Jalan Prof. HM Yamin, Kelurahan Perintis, Medan Timur, Selasa (19/7/2022). Perayaan yang diakhiri dengan berbagi kepada anak yatim dan pemotongan tumpeng ini dilaksanakan serentak di Indonesia.
Acara HUT Garnita dihadiri oleh Ketua DPW Partai NasDem Sumut Iskandar ST yang diwakili Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak, Sri Rezeki Simanungkalit, Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Sumut Dr. Ade Sandrawati Purba diwakili Ermalia Nasution, perwakilan Prananda Surya Paloh (PSP) Foundation Oka Fahru.
Selanjutnya, Ketua DPW Garda Pemuda NasDem Sumut Defri Noval Pasaribu, Ketua DPW Garpu NasDem Sumut Rico Waas, Ketua DPW Liga Mahasiswa NasDem Sumut diwakili Adli Sembiring, pengurus BAHU NasDem, Ketua DPD Garnita Malahayati NasDem se-Sumut dan para pengurus DPW Partai NasDem Sumut.
Pada kesempatannya, Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar ST melalui Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak, Sri Rezeki Simanungkalit mengucapkan selamat HUT Garnita Malahayati yang ke-11, sekaligus mendoakan Garnita Malahayati menjadi lebih baik ke depannya.
Sri menjelaskan, Garnita singkatan dari garda wanita. Berarti, perempuan-perempuan NasDem diharapkan mampu menjadi baris terdepan. Sedangkan Malahayati adalah seorang Laksamana perempuan asal Aceh. Dia lahir 1 Januari 1550. Dia anak dari Laksamana, Mahmud Syah. Kakeknya juga Laksamana dan putra dari Sultan Salahuddin Syah. Sultan Salahuddin Syah merupakan putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah, pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.
“Laksamana ini bertempur-nya di laut. Kakak-kakak sekalian, laut itu adalah tempat yang jauh dari kata aman. Laut identik dengan badai. Angin kencang dan banyak sekali tantangan,” kata Sri saat menyampaikan kata sambutan mewakili Ketua DPW Partai NasDem Iskandar ST.
“Malahayati mengajari kita bahwa perempuan dengan segala persoalan yang dihadapinya. Bukan harus berkubang dalam air mata. Namun, Malahayati mengajari bahwa ketika tidak ada lagi militer laki-laki yang berdiri di sebelah kita. Maka perempuan harus mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” ucapnya dengan nada lantang yang disambut tepuk tangan para kader.
Masih dikatakan Sri, Malahayati meninggal dunia di umur 65 tahun. Dalam catatan sejarah, Malahayati gugur saat melindungi Teluk Krueng Raya dari serangan Portugis. “Bayangkan, 65 tahun Malahayati masih bertempur,” ujarnya.
“Saya percaya semangat Malahayati juga akan sampai ke ruangan ini. Kakak-kakak senior ini akan sama tangguhnya dengan Malahayati untuk bertempur. Terutama menuju kemenangan di 2024,” ucapnya yang kembali disambut tepuk tangan meriah para kader.
Di kesempatan yang sama, Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Dr. Ade Sandrawati Purba menyampaikan rasa kagumnya kepada para pengurus yang telah menjalani tugas organisasi dengan sabar, loyal, kompak dan bersatu. Meskipun dalam perjalanannya masih ada terdapat rintangan. Namun, Garnita Malahayati menyadari hal itu adalah bagian dari perjuangan.
“Dengan mengusung tema tumbuh bersama. Semoga kesabaran, loyalitas dan kekompakan tumbuh bersama dengan semangat kita dalam menjalankan roda organinasi ini,” kata Ade Sandrawati dalam kata sambutannya yang dibacakan oleh Ermalia.
Menurut Ade, hidup adalah catatan sejarah. Dalam sejarah ada perjuangan. Dan di perjuangan ada pengorbanan. Semuanya itu adalah momentum yang tidak bisa dihilangkan dan dihindari. “Namun, kita semua memiliki progres, rancangan, rencana dan tujuan atas dasar musyawarah yang telah disepakati. Dan sesuai dengan program yang dibuat guna menyukseskan visi dan misi kita bersama,” ucapnya.
“Untuk itu, marilah kita singsingkan lengan, kepalkan tangan dan bangkit untuk Indonesia melalui sektor organisasi ini. Agar menjadi lebih baik dan bersahaja. Semua itu adalah nilai ibadah kita. Sebagai ketua saya mengimbau pengurus agar lebih mantap dan komperatif di hari ke depannya,” tulis Ade diakhir kata sambutannya. (FAD)










