Dugaan Korupsi Penyaluran Kredit 39,5 Miliar, Lira Kota Medan Unjuk Rasa Ke BTN dan Kejatisu

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Medan Menggelar Aksi Unjuk rasa di Kantor Cabang BTN Medan dan gedung Kejatisu, Jalan AH Nasution Medan, Senin (18/7/2022).

Unjuk rasa ini dilakukan untuk mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar menyingkap dan membongkar habis kasus dugaan korupsi penyaluran kredit Modal Kredit Kerja Kredit Yasa Griya (KMK-KYG) senilai Rp39,5 miliar tahun 2014 di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan senilai Rp39,5 miliar, kepada PT. Krisna Agung Yudha Abadi

Dalam aksinya, massa Pemuda LIRA selain melakukan orasi, juga membawa spanduk yang bertuliskan

“Jadilah Penegak Hukum, Jangan Jadi Banci” dan manekin yang diberi pakaian tidur wanita.

“Kami minta Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut untuk segera menyidangkan para tersangka lain dalam kasus dugaan Korupsi. Jangan hanya orang eksternal saja yang sudah didudukkan sebagai terdakwa,” teriak Koordinator Aksi, Imam Chaniago.

Ditambah Imam, dalam kasus ini sendiri harusnya Kejatisu segera menyidangkan oknum di BTN yang diduga terlibat seperti, Ferry Sonnefille, Agus Fajariyanto, R. Prayoloadji dan Aditya Nugroho, dan saat ini masih dihadirkan di persidangan sebagai saksi. Namun malah oknum notaris yang notabene sebagai pihak eksternal malah sudah menjalani persidangan sebagai terdakwa.

“Jika mereka tidak juga diseret ke pengadilan, bisa disinyalir kalau Kejatisu secara inskonstitusional menerapkan
standar ganda dalam penanganan kasus korupsi di lingkup perbankan. Sebab, pada penanganan kasus korupsi di BNI Cabang Pemuda Medan, yang juga menjadi perhatian publik Tahun 2013 lalu, Kejaksaan lebih dulu menghadapkan ke pengadilan oknum-oknum BNI yang terlibat,” tegasnya.

Selain itu, diorasinya, massa kembali menegaskan, pada persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Medan, Senin 11 Juli 2022 lalu, pihaknya sempat mendengar kalau hakim meminta berkas perkara yang melibatkan Ferry Sonnefille segera dilimpahkan ke pengadilan.

” Kita sebagai warga negara wajib menciptakan rasa keadilan bagi warga yang telah membeli unit-unit rumah di Takapuna Residence yang menjadi objek perkara. Pembeli rumah di Takapuna Residence tersebut telah menjadi korban dalam pusaran kasus dugaan korupsi ini,” jelasnya.

Untuk itu, massa kembali mendesak agar keempat oknum ini diperiksa secara terbuka di pengadilan akan membuka tabir kasus ini secara utuh. Sebab, bukan tidak mungkin ada oknum BTN dengan posisi lebih tinggi yang terlibat.

“Jika hal ini tak juga dilakukan, kami tegaskan Kajatisu tidak memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai aparat penegak hukum. Oleh karenanya kami ‘menghadiahi’ Kajatisu dengan daster dan boneka perempuan, dengan harapan Kajatisu bersikap tegas dan menunjukkan keberanian untuk menghadapkan ke pengadilan keempat oknum BTN,” tegasnya.

Setelah menggelar orasi, massa akhirnya ditemui perwakilan dari Kejatisu. Dalam diskusinya dengan para pengunjukrasa, perwakilan Kejatisu ini berjanji akan menyampaikan aspirasi Pemuda LIRA Medan ke Kajatisu.

Setelah mendapat janji dari Perwakilan Kejatisu, massa pun berangsur membubarkan diri dengan tertib. Sempat terjadi sedikit ketegangan karena beberapa oknum pegawai pengamanan di Kejatisu dengan arogannya membuang spanduk dan manekin milik massa.

“Kalian bawa ini !! Kalian bawa ini !!,” hardik pegawai keamanan Kejatisu sembari mencampakkan manekin dan spanduk milik pengunjukrasa. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.