MEDANHEADLINES.COM – Stunting adalah kondisi pada anak yang ditandai dengan tinggi badan di bawah rata-rata serta tubuhnya yang tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya .Hal ini perlu dicegah karena akan berdampak buruk bagi anak hingga dewasa
Bahaya Stunting ini harus segera direspon karena anak merupakan aset bagi bangsa, Bayangkan bagaimana indonesia bisa maju jika generasi mudanya sejak awal sudah mengalami gangguan kesehatan
Pemerintah tidak tinggal diam, Dari Tingkat Nasional hingga Kota melakukan sejumlah langkah untuk mengatasinya.
Di Pemko Medan Misalnya, Wali kota Medan Bobby Nasution telah menginstruksikan ke sejumlah OPD untuk secara sistematis melakukan pencegahan Stunting dan menganggarkan dana hingga Hampir 200 Miliar untuk menanganinya
Di wilayah-wilayah seperti kecamatan dan kelurahan juga kembali melakukan sejumlah upaya untuk mensosialisasikan pencegahan ke warganya
Hal ini lah yang juga dilakukan oleh TP PKK Kecamatan Medan Tuntungan, Didampingi oleh Kader-Kader PKK, Ketua TP PKK Medan Tuntungan Eva Harry Indrawan langsung memimpin sosialisasi ke rumah warga
Diawali dengan warga yang berada di Kelurahan Mangga tepatnya di Jalan Kopi 18 Ujung, Dilokasi ini, Eva mendatangi Rumah Anggia Putri, Warga yang baru saja melahirkan.
Dilokasi ini, Eva memberikan sejumlah bantuan sekaligus mensosialisasikan pentingnya pencegahan stunting
” Tadi kita tanya terlebih dahulu, Tahu atau tidak tentang stunting, Dan Syukurnya, Mereka sudah cukup paham, jadi kita tidak terlalu khawatir, Bayinya juga dalam keadaan sehat, Jadi kita hanya mengingatkan untuk tetap meberi ASI Eksklusif serta membawa anak untuk melakukan Imunisasi,” Jelas Eva
Usai mengunjungi sejumlah warga di Kelurahan Mangga, Tim TP PKK Kecamatan Medan Tuntungan kemudian bergerak ke lokasi selanjutnya yang berada di Kelurahan Namo Gajah. dengan menelusuri gang-gang sempit, Sampailah Tim ke sebuah rumah sederhana bercat hijau yang berada di Jalan Petunia Raya Lingkungan 2
Dilokasi ini, Eva Bertemu dengan dengan Aura, Calon ibu muda bernama Aura yang tengah dalam keadaan hamil 37-38 Minggu, Sosialisasi pun kembali dilakukan, Eva kemudian mendapatkan bahwa pemahaman terhadap kesehatan ibu hamil dan masalah stunting masih kurang dipahamai oleh warga tersebut.

” Masih Hamil Anak pertama, kemudian usianya juga masih muda, jadi secara pemahaman memang masih sedikit, tapi tadi secara perlahan sudah dijelaskan, kemudian saya minta ke kader PKK lingkungan untuk memperhatikan kondisinya, kebutuhan gizi dan kesehatan selama hamil, Ini poin penting, Kader harus turun ke lapangan memberi informasi, kalo ini berjalan stunting bisa kita cegah,” Ungkapnya
Usai memberikan sejumlah bahan makanan seperti susu dan makanan bergizi lainnya, Eva kemudian kembali menelusuri gang untuk kembali melakukan sosialisasi.
Disebuah rumah kontrakan sederhana yang tak jauh dari rumah Aura, Eva kemudian berhenti dan kembali mensosialisasikan pencegahan stunting ini ke Derwina, Seorang warga Lingkungan 2 yang diketahui juga baru saja melahirkan

Disini, Sang ibu bercerita tentang bayinya yang tak mau menyusui lagi sejak berumur 2 bulan, Bersama kader PKK yang mengikuti sosialisasi ini, Eva kemudian menjelaskan tentang pentingnya ASI Bagi Bayi
” Sebisa mungkin ASI eksklusif itu selama 6 bulan, Jadi sayang jika hanya karena bayi tidak mau menyusui langsung diberhentikan, Pelan-pelan harus dicoba kembali ya bu, gak papa sementara dilapis dengan susu formula, ada banyak cara untuk meningkatkan asi, bisa diperbanyak makan sayuran, apa lagi sekarang juga ada obat untuk memperlancar Asi, Yang penting kita niatkan dulu supaya bayinya bisa tetap mendapatkan ASI,” Jelas Eva sembari memberikan sejumlah bantuan makanan bergizi dan susu untuk ibu menyusui
Eva juga mengimbau ke warganya ini agar tidak memberikan makanan tambahan terlebih dahulu sebelum usia bayi mencapai 6 bulan.
” Jangan diberi makanan dulu ya bu, Ini Usianya masih belum 6 bulan, Jadi pencernaan bisa terganggu, Sebaiknya tetap susu dan terutama saya harapkan bisa ASI,” jelasnya lagi
Eva juga mengingatkan sang ibu agar membawa anaknya ke posyandu untuk mengikuti Imunisasi.
” Jangan lupa untuk diperiksakan ya bu anaknya, Kalo ada kendala jangan sungkan menghubungi TP PKK Lingkungan hingga kecamatan, Mudah-mudahan kita bakal carikan solusi kalo ada masalah,” Terangnya
Pentingnya Kader PKK Untuk Mencegah Stunting
Kader PKK merupakan salah satu Ujung Tombak dalam melakukan pencegahan stunting, Hal itulah yang ditegaskan Ketua TP PKK Medan Tuntungan Harry Indrawan ke kader-kader PKK di Medan Tuntungan
” Yang paling tau kondisi lapangan kan kader-kader PKK, Kita harus saling bertukar informasi, saling memberikan informasi, Harus lebih peduli, Pantau warga sekitar kita yang sedang dalam keadaan hamil dan yang memiliki bayi,” Jelasnya

Menurutnya, Jika kepedulian terhadap lingkungan sekitar bisa terus dilakukan, Maka pencegahan stunting akan menjadi lebih mudah
” Stunting ini terjadi beberapa faktornya adalah pendidikan dan ekonomi, untuk pendidikan bisa dengan terus melakukan sosialisasi, Namun untuk ekonomi perlu kolaborasi dengan banyak pihak, Meski anggaran sudah ada, Kita tak boleh hanya menunggu, Untuk itu kita sedang upayakan bagaimana bisa mengelola dana swadaya yang nantinya dana itu akan kita jadikan makanan tambahan yang akan kita bagikan ke ibu hamil dan menyusui,” Ungkapnya
Menurutnya, penanganan stunting ini begitu penting, karena menyangkut perkembangan generasi muda.
” Jika anak-anak kita memiliki gizi yang cukup sejak kecil, maka masa depan akan jauh lebih cerah, oleh karenanya harus kita galakan dari sekarang bahwa Cegah Stunting Itu Penting,” tutupnya












