Tolak Pembangunan Konsulat Jendral AS di Medan, Pemuda LIRA Medan Gelar Aksi Unjuk Rasa

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pemuda LIRA Kota Medan menggelar Unjuk rasa dengan mendatangi Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Medan yang terletak di Gedung Uniland Plaza, Kamis (9/12)

Kedatangan mereka untuk menyatakan sikap tegasnya menolak pembangunan Kantor Konsulat Jenderal Amerika Serikat di kawasan Kecamatan Polonia Medan.

Ketua Pemuda LIRA Medan Borbor mengatakan, Pembangunan konsulat Jendral tersebut, disinyalir memperluas fungsi-fungsi intelejen Amerika Serikat di indonesia dan menandakan mangkin kuatnya cengkraman AS atas indonesia.



Ditambahkannya, Penolakan ini juga mempertimbangkan lokasi pembangunan Kantor Konsulat Amerika Serikat yang kewilayahan di Kecamatan Polonia berdekatan dengan sistem pertahanan dan wilayah inti birokrasi pemerintahan Indonesia.

Pihaknya juga menilai wacana tersebut sangat menghawatirkan dan mengganggu stabilitas pertahanan negara, karena keberadaan kantor itu nantinya akan sangat berdekatan dengan Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas).

Kondisi topografis Kecamatan Polonia yang mencakupi kawasan inti Kota Medan, tambahnya, membuat Kantor Konsulat Amerika Serikat itu nantinya berada sangat berdekatan dengan lokasi perkantoran pemerintah, perumahan dinas pejabat tinggi daerah, serta pangkalan militer Indonesia.

Berdasarkan pertimbangan itu, akunya, pihaknya meminta Gubernur Sumatera Utara agar menyediakan lahan kantor konsulat-konsulat negara asing dalam satu lokasi yang tidak bersinggungan langsung dengan kawasan institusi pertahanan negara dan perkantoran wilayah pemerintah Indonesia di Sumatera Utara.

Menurutnya, keberadaan Kantor Konsulat Asing di wilayah strategis yang mencakup lokasi institusi pertahanan dan pemerintahan Indonesia itu dinilai dapat memicu kebocoran informasi yang sifatnya rahasia negara hingga keluar dari Indonesia.


“Ini merupakan aksi kedua kalinya terkait penolakan pembangunan konsulat Amerika, Hal ini harus segera diantisipasi karena sangat mengkhawatirkan,” tegaskan.

Selain itu, Borbor juga mengajak seluruh pemuda di Indonesia menyadari potensi-potensi yang dinilai membahayakan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari eksternal seperti keberadaan konsulat asing dan perkantorannya.

“Kami akan terus turun sampai pembangunan Konsulat Amerika dikaji ulang oleh pemerintah, kedepan kami akan aksi di lokasi pembangunan dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.” Tutup borbor (Fah)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.