Modus Bisa Masukkan Kerja di Kantor Gubernur, Pria Mengaku Wartawan Larikan Motor Korbannya

Putri (korban) saat memberikan keterangan terkait sepeda motornya dilarikan pelaku

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang pria yang mengaku sebagai wartawan melarikan sepeda motor milik Putri Sri Aryasli (35) warga Desa Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan. Korban percaya memberikan kendaraannya karena dijanjikan pelaku bekerja di Kantor Gubernur Sumut.

Kepada wartawan, Putri menceritakan nasib apes yang dialaminya terjadi di sekitaran Kantor Gubernur Sumut pada Sabtu (25/9). Di sana dia menjumpai pelaku yang mengaku bernama Rudiyono (45) warga Jalan Pasar III, Desa Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. Kedatangannya untuk memberikan surat lamaran kepada pelaku.

“Awalnya pelaku nawarin saya kerja di kantor gubernur melalui biro. Saya pun pertama heran, tapi saya mau mastikan apa bener di kantor gubernur biro itu,” kata Putri saat membuat laporan di Polsek Medan Baru, Selasa (28/9).



“Saya percaya karena pelaku teman adik. Saya disuruh siapin lamaran kerja dan mengantarkannya kepada pelaku di dekat kantor gubernur. Itu katanya, Sabtu kemarin,” tambahnya.

Putri menjumpai korban di lokasi yang sudah ditentukan korban menggunakan sepeda motor adiknya. Setibanya di sana, pelaku meminta fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang dibawanya.

“Sampai sana, pelaku nanya saya bawa STNK apa tidak. Disuruh saya fotokopi STNK, katanya perlu untuk mengantar surat,” ujarnya.

“Saya kembali ke rumah mengambil STNK dan memfotokopinya. Begitu jumpa saya kasih ke pelaku sekalian surat lamaran kerja,” katanya.

Setelah itu, lanjut Putri, pelaku berpura-pura menelepon seseorang yang disebutkan orang bira Kantor Gubernur Sumut. Orang itulah yang nantinya menerima lamaran kerja korban.


“Bapak yang biro itu bernama Jainal. Dan dia sedang diluar. Lalu pelaku bilang bapak itu titip air mineral dan obat Paramex kepadanya,” kata Putri.

Pelaku kemudian meminjam sepeda motor korban dengan alasan membeli pesanan orang biro tersebut. Merasa yakin, korban meminjamkannya.

“Saat itu lamaran dan fotokopi STNK saya sudah sama pelaku. Waktu dia mau pergi saya sempat minta ikut tapi dia jalan terus,” ujarnya lagi.

Setelah lama menunggu pelaku tak kunjung kembali sehingga korban mendatangi Polsek Medan Baru guna membuat laporan pengaduan.

“Saya tunggu sampai hari ini dia gak kembali juga. Ditelepon udah nggak diangkat. Pelaku mengaku sebagai wartawan Metro,” ucap Putri mengakhiri keterangan. (Fad)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.