Jadi Korban Penipuan Iklan Bulu Mata Palsu, Ini Kata Anisa Bahar

Anisa Bahar [Evi Ariska/Suara.com]

MEDANHEADLINES.COM – Pedangdut Anisa Bahar menjadi korban penipuan salah satu penjual online bulu mata palsu. Barang yang diiklankan, ternyata tidak sesuai saat pelantun Goyang Patah-patah itu menerima paket.

Anisa Bahar memperlihatkan isi paket bulu mata palsu yang dibeli. Pertama, kesalahan pada model yang seharus ada tiga ukuran.

“(ukurannya) Kecil, sedang dan besar biar seimbang bulu matanya. Tapi ini datangnya cuma satu,” kata Anisa Bahar dalam video di Instagram, Jumat (24/9/2021).



Bukan hanya bulu mata sebagai item utama, tetapi barang pendukung lain juga tak sesuai dengan ekspektasi dalam iklan yang dilihat Anisa Bahar.

“Pinsetnya bukan buat bulu mata, tetapi buat jenggot. Terus, lem bulu matanya, tidak seperti di iklan, tapi begini,” terang ibu Juwita Bahar itu.

Menurut Anisa Bahar, lem dalam bulu mata palsu dalam iklan bentuknya kotak. Sementara yang diterima cairan pelekat itu berada dalam botol.

“Kayak lem kiloan yang dimasukin ke tempat dan dapetnya ini,” ucap sang biduan.

Anisa Bahar juga memperlihatkan isi pesannya dengan si penjual. Tertera harga untuk paket bulu mata palsu beserta ongkos kirim Rp 136.104.

Pemilik nama asli Ani Setiawati itu bukan mempermasalahkan harga dengan paket tersebut. Melainkan ini sudah termasuk dalam tindakan penipuan.

Ia tidak mau ada korban yang bernasib sama dengan dirinya. Untuk itulah, Anisa Bahar memberikan video tersebut di media sosialnya.


“Bukan soal harganya, tetapi nggak sesuai aja sama yang diiklankan. Aku share seperti ini supaya nggak ada lagi yang kena tipu seperti aku, hati-hati ya,” ucap Anisa Bahar.

Kepada warganet Anisa Bahar memberikan saran agar membeli di tempat terpercaya. Ini berguna untuk meminimalisir penipuan yang terjadi di media sosial.

“Kalau misalnya nggak kenal-kenal banget atau bukan artis yang mengiklankan, atau yang bukan kalian kenal, mending jangan beli deh yang kayak begini-begini,” kata pelantun Ratu Goyang itu.

“Walaupun nggak semua ya yang menipu. Tapi kebanyakan kayak begini,” imbuhnya mengakhiri. (red/suara.com)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *