Guru Profesional di Era Digital, Harus Miliki Kompetensi Pedagogik dan Kepribadian Sosial

 

MEDANHEADLINES.COM – Guru adalah pendidik profesional dengan utama mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Kepala Dinas Pendidikan Humbang Hasundutan, Jonny Gultom menuturkan Guru profesional di era digital pada dasarnya adalah guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional.



Hal ini diungkapkannya saat menjadi pembicara pada rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara bertajuk “Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital”.

Hotman Hutasoit menjelaskan digitalisasi tidak lepas dari perkembangan peradaban manusia. Peradaban manusia dengan kebudayaannya akhirnya sampai pada sebuah tahapan atau era yang disebut era digital.

“Digitalisasi menjadi penting adanya karena temuan-temuan manusia tersebut pasti akan berdampak kepada perubahan dalam relasi-relasi sosial,” ujar Kepala Dinas Kominfo Humbang Hasundutan ini.

Higher Primary Academic Coordinator Sekolah Madania, Nida Nidiana menyampaikan digital skill adalah kemampuan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan dan memanfaatkan digital devices, untuk navigasi, evaluasi, dan membuat informasi untuk menunjang kebutuhan kita.

CEO Saesha Cantika Indonesia, Inna Dinovita, mengatakan jumlah pengguna internet per Januari 2021 meningkat 15,5% atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu. Hasil survei We Are Social dan Hootsuite yaitu kelompok usia pengguna medsos tertinggi 25-34 tahun dan disusul kelompok usia 18-24 tahun.


“Rata-rata pengguna medsos Indonesia bisa menghabiskan waktu sampai 3 jam 14 menit per harinya,” jelasnya.

Menurutnya literasi digital merupakan upaya pemerintah untuk membuat warga milenial untuk bijak dalam menggunakan media sosial, namun itu tetap menjadi tugas kita bersama, seperti orang tua untuk mengawasi dan memberikan edukasi kepada anak dalam bermedia sosial dan mengatur waktu interaksinya dengan si anak.

Shinta Kesumadewi selaku Key Opinion Leader menyampaikan media ini sangat cepat bergerak, banyak sekali masyarakat sudah menggunakan digital tapi perlu di garis bawahi dia menggunakannya untuk hal yang positif atau negatif, hal itu yang perlu kita edukasikan kepada mereka dan media apa saja yang mereka gunakan.

Saat ini sosial media digunakan hanya untuk eksistensi, bukan untuk hal yang bermanfaat buat mereka dan ini juga hal yang perlu kita berikan edukasi kepada mereka untuk menggunakan media yang sehat.(*)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *