Penipu Melalui Aplikasi Ojek Online Diringkus Polsek Medan Timur

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Polsek Medan Timur mengungkap kasus penipuan dan penggelapan melalui aplikasi go send ojek online, Sabtu (7/8). Satu orang pelaku turut diringkus dalam pengungkapan kasus tersebut.

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin didampingi Kanit Reskrim Iptu Jafri Simamora mengatakan, pelaku yang diringkus bernama Indra Ade Pratama (24). Warga Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur itu diciduk dari Jalan Perwira II Kelurahan Pulo Brayan



Arifin menjelaskan, penangkapan berawal dari adanya laporan bahwa para sopir ojek online menangkap seorang pelaku penipuan dan penggelapan.

“Selanjutnya kita bersama para driver mengamankannya,” kata Arifin pada Rabu (11/8).

Usai diperiksa, lanjut Arifin, pelaku mengaku memanfaatkan aplikasi go send ojek online saat melancarkan aksinya. “Modusnya pura-pura mengirim barang menggunakan aplikasi go send,” ujarnya.

Tersangka yang berpura-pura menjadi penjual barang ini kemudian memesan ojek online. “Jadi barang yang dikemas rapi itu berisi air mineral, kain bekas dan sepatu bekas. Lalu ia meminta uang pembayaran barang terlebih dulu kepada driver yang nantinya akan diganti oleh penerima barang,” katanya.

Tanpa curiga, korban yang merupakan driver ojek itu memberikan uang yang diminta pelaku. “Ternyata alamat penerima barang itu fiktif,” ujarnya.


Masih dikatakan Arifin, pelaku bersama beberapa temannya yang masih DPO itu telah berkali-kali melakukan penipuan.

“Korban terakhir mengalami kerugian Rp2.650.000,” katanya.

Saat ini, sambung Arifin, pihaknya masih mengejar rekan tersangka yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan ini. “Ada beberapa orang yang masih kita kejar,” ucapnya.

Sementara itu, pelaku mengaku sudah empat kali melakukan aksi yang sama.

“Saya tidak sendiri, ada teman juga yang membantu. Perannya sebagai penerima barang,” katanya.

Setiap beraksi, jumlah uang yang diminta pelaku kepada para driver beragam. Dia mengatakan bahwa barang yang mau diantar korban adalah onderdil mobil.

“Padahal isinya air mineral, kain dan sepatu bekas. Saya minta uang driver dulu nanti diganti penerima bbarang Dihadapan driver saya pura-pura menelpon penerima barang yang merupakan teman saya. Setelah drivernya yakin dan memberikan uang, nomor telepon teman saya itu dimatikan,” kata dia.

Sedangkan uang hasil kejahatan itu dibagi kepada teman-temannya. “Saya hanya diajak aja,” ucapnya. (Fad)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.