Sebaran 44 titik panas di Sumut hari ini (dalam lingkaran) berdasarkan hasil monitoring BMKG wilayah I Medan.(f:ist/mistar)
MEDANHEADLINES.COM, Medan – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah I Medan memantau adanya 44 titik panas (hotspot) di Sumut, Senin (19/7/21).
Jumlah hotspot ini terus mengalami penambahan dalam dua dari hari sebelumnya
44 titik panas yang terdeteksi ini tersebar di sejumlah wilayah diantaranya 8 titik berada di Taput, 7 titik di Humbahas, lalu masing-masing 6 titik berada di Samosir dan Tobasa.
Kemudian, ada 4 titik panas di Tapteng masing-masing 3 titik di Madina dan Dairi, serta 2 titik di Labusel. Lima titik panas tersisa masing-masing 1 titik tersebar di Deli Serdang, Labuhanbatu, Langkat, Palas dan Sergai.
“Kita belum tau asal titik panas dari hutan yang terbakar atau dari mana, karena satelit tak bisa mendeteksinya. Kita hanya mendeteksi ada suhu panas bumi di atas 42⁰C,” ujar Kepala BMKG wilayah I Medan Hartanto dikonfirmasi, Senin (19/7/21) siang.
Ditemukannya 44 titik panas hari ini, kata Hartanto, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Termasuk menginformasikannya kepada pemerintah setempat, kepolisian dan BPBD.
“Selalu kita laporkan. Sebagian dari teman-teman juga sudah merespon,” ungkapnya. Hartanto mengatakan, kondisi seperti ini harus diwaspadai hingga 7 hari ke depan. Pasalnya, kata Hartanto, Sumut sudah masuk ke cuaca normal bulan Juli yakni panas-cerah.
Suhu udara dan kelembaban udara pun, sebut Hartanto, sudah semakin tinggi. “Tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan/lahan dan pemukiman. Kondisi cuaca yang sudah mulai panas, dapat menjadi faktor yang mengakibatkan sebaran api sulit dikendalikan jika terjadi kebakaran,” Pungkasnya. (red)












