Kasus Jagal Kucing di Medan, Tersangka RS Akan Segera Ditangkap

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kasus penjagalan kucing yang dilakukan oleh RS alias N memasuki babak baru. Sonia Rizkika, pemilik kucing yang dijagal oleh pelaku menegaskan tidak akan pernah mau berdamai dan akan membawa kasus ini menuju ranah hukum

Hal itu disampaikan Team Advokasi Pejuang Hak Hidup Hewan (PH3) yang terdiri dari para advokat pecinta hewan diwakili oleh Francine Widjojo dan Mohammad Husein Asyhari, selaku kuasa hukum Sonia Rizkika, Rabu (14/4/21).
Bersama dengan Animal Defenders Indonesia yang diketuai Doni Herdaru Tona, mereka sangat mengapresiasi Polsek Medan Area atas perhatiannya terhadap kasus ini

Francine Widjojo mengatakan, Sonia Rizkika selaku pemilik kucing Tayo tidak bersedia berdamai dengan tersangka dan meminta agar perkara pidana ini tetap diproses sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, kucing adalah hewan non pangan atau bukan untuk dikonsumsi karena tidak berasal dari sumber hayati produk peternakan, maupun kehutanan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2019. “Selain itu, kucing adalah hewan peliharaan yang seharusnya kita lindungi agar bebas dari penganiayaan hewan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago mengaku Pihaknya sudah mendapat SPKap dan tinggal menunggu waktu saja pelaku akan ditangkap.

“Sudah kita terima SPKap nya ya. Jadi udah disidik, tinggal menunggu kapan akan ditangkap saja,” ucapnya melalui Whats App.

Diketahui, Polsek Medan Area telah menetapkan RS alias N sebagai tersangka pada 3 April 2021, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/71/K/I/2020 tanggal 28 Januari 2021, oleh Sonia Rizkika. Pelapor kehilangan kucing peliharaannya bernama Tayo dan kemudian ditemukan potongan yang diduga kepala kucing Tayo di rumah RS alias N.

Sebelumnya, Polsek Medan Area menggerebek rumah terduga pelaku jagal kucing di Jalan Tangguk Bongkar 7 Kelurahan Tegal Sari Mandala Dua, akhir Januari 2021. Dari sana, petugas menemukan sejumlah kepala, organ dan tubuh kucing yang telah dipotong.

Penemuan itu berawal ketika seorang warga yang mengunggah cerita penemuan kucing hilang yang telah menjadi bangkai di media sosial. Warga yang menemukan lokasi pemotongan dan bagian tubuh kucing itu kemudian melapor ke polisi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *