Eksekusi Rumah Di Medan Petisah Berlangsung Ricuh, Petugas Disiram Air Hingga Dilempar Kotoran

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Petugas Gabungan yang terdiri dari Juru Sita PN Medan, Satpol-PP Kota Medan dan kepolisian mendapat perlawanan dari penghuni rumah saat melakukan eksekusi sebuah bangunan yang berada di Jalan Sei Batang Serangan, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah Selasa, (30/3).

Tak hanya sumpah serapah, Petugas juga mendapat siraman air dari limbah dapur hingga kotoran manusia dari para penghuni rumah

“Tolong pak Bobby (Nasution), tolong pak Jokowi, abang aku tukang becak dayung, mencari makan. Kami bukan PKI,kami orang miskin yang dikalahkan,” teriak seorang wanita penghuni rumah yang akan dieksekusi
Setelah berbagai upaya persuasif gagal dilakukan, Akhirnya petugas merangsek masuk dan menguasai rumah tersebut.

Usai masuk ke rumah tersebut, Juru Sita PN Medan, M Syahrir Harahap menjelaskan, perkara terhadap kepemilikan rumah tersebut sudah sejak tahun 2015.

“Proses ini perkara tahun 2015, penggugatnya Abdul Aziz dan tergugat ahli waris dr Jaidi Zeni Bakri. Dalam gugatan itu, mereka menang diakui tanah ini milik mereka,” kata Syahrir.

Kemudian kata Syahrir, pihak tergugat bersedia dan melakukan perlawanan tahun 2016. Namun, semua upaya hukum tergugat ditolak.

“Maka si penggugat memohon untuk dieksekusi. Secara baik sudah kita minta, ini sudah ketiga kali dari tahun 2017 dan hari ini dieksekusi,” ucapnya.

“Kita udah imbau baik-baik, tapi tidak mau terpaksa kita upayakan paksa,” lanjutnya.

Sementara, kuasa hukum terdakwa, Daniel Pardede mengatakan jika eksekusi ini cacat hukum. Sebab, pihaknya melihat banyak kejanggalan dalam sengketa rumah itu.

“Ada banyak kejanggalan disini, kenapa ada jual beli dengan harga Rp 55 juta tahun 1994. Ini harganya sudah Rp 1 miliar pada saat itu,” kata Pardede.

Selain itu, ia mengungkapkan jika ahli waris dijanjikan akan menerima uang Rp 400 juta. Namun, sampai sekarang uang tersebut belum diterima oleh ahli waris.

Ia menegaskan, pihak ahli waris tidak pernah melakukan jual beli rumah.

“Ada apa, tidak pernah ada jual beli. Kita kejar notaris yang bikin jual beli antara Misdan suami almarhum dengan dokter yang sudah almarhum, ini rekayasa,” Tegasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *