Meski Resah, Warga Yakin Kondisi Keamanan di Sibolga Jelang Paskah Berjalan Aman

MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Kabar ledakan bom di sekitaran gereja Katedral Makasar saat ini menjadi perbincangan hangat di sejumlah wilayah di Indonesia, Salah satunya di sibolga.

Rasa panik warga pun timbul setelah mendengar peristiwa itu. Khususnya masyarakat beragama Nasrani yang bermukim di Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Apalagi, kasus bom Juga pernah terjadi di Sibolga sekitar 2 tahun lalu. Tepatnya 13 Maret 2019.

Dari peristiwa tersebut, belasan rumah diketahui rusak akibat ledakan bom. Dua orang terduga teroris juga dikabarkan tewas setelah bom bunuh diri dilakukan.

Ledakan bom bunuh diri di Sibolga diharapkan tidak terjadi lagi. Rasa nyaman dan aman sangat diharapkan warga saat melakukan aktifitas.

Salah satu warga, Agus Naibaho mengaku prihatin atas kejadian yang terjadi di Makasar. Diapun dengan tegas mengutuk aksi bom bunuh diri yang dilakukan teroris.

“Beberapa organisasi keagamaan mengutuk keras aksi dari bom bunuh diri itu. Tidak ada agama manapun yang membenarkan melukai orang lain,” sebutnya.

“Aksi bom bunuh diri di Sibolga adalah kali pertama yang terjadi. Dan kita berharap kejadian itu adalah yang terakhir,” tambahnya.

Agus menyebut, rasa khawatir akibat kabar aksi yang dilakukan terorisme sangat rentan dirasakan oleh masyarakat. Khususnya warga yang beragama Nasrani.

Diketahui, aksi bom bunuh diri di Makasar terjadi di sekitaran gereja Katedral. Saat itu, kegiatan ibadah tengah berlangsung.

Dua terduga teroris dikabarkan hendak menerobos masuk ke altar Gereja Kathedral.

Upaya penerobosan dari terduga teroris dibatalkan oleh oknum security yang berjaga di gereja itu.

“Khawatir, pasti iya. Apalagi sebentar lagi umat kristiani akan merayakan Paskah,” jelasnya.

Sementara, Kapolres Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, AKBP Nicholas saat dikonfirmasi terkait persiapan pengamanan gereja menjelang Paskah enggan berkomentar banyak.

“Baik…nanti kita rilis dg rekan2 media ya,” kata Kapolres melalui aplikasi WA nya jawab Kapolres singkat.
Meski begitu, masyarakat yakin bahwa Polisi yang bertugas di Tapteng akan mampu menciptakan kenyamanan bagi warga. Terkhusus masyarakat kristiani saat melaksanakan beribadah.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *