Polres Nias Paparkan Kasus Pelaku Pemerasan Terhadap Kepala Sekolah

MEDANHEADLINES.COM, Nisel – Polres Nias Selatan memaparkan kasus pemerasan terhadap Sejumlah Kepala Sekolah dan kepala desa yang dilakukan oleh 3 pria yang mengaku sebagai anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun 3 pelaku yang ditangkap ini adalah Arnes Arisoca (61), Saipul Ikhwan Tanjung (39) dan Aliran Huda (60).

“Dalam aksinya mereka mengaku anggota KPK dan LSM P2KN (Pemantau Penggunaan Keuangan Negara) yang bertugas untuk audit investigasi dan monitoring penggunaan keuangan negara,” Ungkap Kapolres Nias, AKBP Arke Furman Ambat dalam keterangannya, Senin (8/3).

Dijelaskannya, Aksi ketiganya terbongkar bermula pada Selasa (2/3).Saat itu tersangka mendatangi Kepala Sekolah SDN 075076 di Kecamatan Toma yang bernama Yanihati Loy

Namun, Kepala sekolah itu mengusir ke tiga tersangka. Tak Terima diusir, Para tersangka bukannya pergi malah melaporkan kejadian ini ke Polres Nias Selatan.

” Kepada petugas mereka mengaku sebagai wartawan. Para tersangka mengadukan Yanihati lantaran menghalang halangi tugas jurnalistik,” Ungkapnya.

Awalnya, Tambah Arke, Laporan tersangka ditolak, Namun Salah satu tersangka bernama Aliran Duha memaksakan agar laporan tetap diterima.

” Saat diperiksa Untuk membuat laporan pengaduan, Polisi Mencurigai gelagat mereka dan ternyata para tersangka juga tidak dapat menunjukkan legalitasnya sebagai seorang pers (jurnalis),” ujar Arke.

Petugas kemudian menghubungi Kepala sekolah SD Yanihati Loy untuk mengkroscek informasi sebenarnya. Dari situ diketahui kalau ternyata ketiga tersangka melakukan pemerasan.

“Yanihati Loy lalu menerangkan bahwa tersangka Aliran Duha meminta uang sebesar Rp 5 juta,” ujar Arka.

Mendapat informasi itu, Polisi kemudian mengamankan ketiga tersangka lalu mengembangkan kasus ini

” Dari hasil penyelidikan ternyata ke tiganya telah melakukan aksinya sejak November tahun 2020. Tercatat 5 kepala sekolah dan 2 kepala desa di Nias Selatan menjadi korban pemerasannya. Korban mengalami kerugian dari mulai Rp 500 ribu hingga Rp 6 juta,” Jelasnya

Dari para tersangka juga diamankan barang bukti uang sebesar Rp 4.350.000 diduga hasil pemerasan terhadap korban lainnya. Selain itu puluhan beberapa identitasi palsu untuk menakuti korbannya juga disita polisi.

“Polisi juga mengamankan 1 rompi warna hitam yang terdapat tulisan Pers Divisi Hukum Mabes Polri Korwil Kepulaan Nias, Aliran Duha,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *