95 Desa di Tapteng Kembalikan Dana Desa Ke Kejari Sibolga

MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Sebanyak 95 Desa yang berada di Tapanuli Tengah mengembalikan dana desa yang tidak digunakan kepada Kejaksaan Negeri Kota Sibolga.

Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga Henri Nainggolan mengatakan, dari 95 desa itu diperoleh dana sebesar Rp6,9 Miliyar

“Dana Desa itu dipergunakan untuk pembelian beberapa item,” kata Henri Nainggolan saat menggelar konfrensi pers, Senin (1/3/2021).

Ia juga menjelaskan, Pengembalian ini tidak dilakukan oleh semua desa karena tergantung pada penggunaan dana diwilayahnya masing-masing

“Satu desa diperoleh dana sebesar Rp 73,430 juta yang seharusnya dipergunakan untuk pembelian Alkes (Alat Kesehatan). Namun, penggadaan alat tersebut tidak bisa dipenuhi oleh pihak ketiga (Perusahaan), ” Jelasnya

Henri menyebut, dana itu diperoleh dari anggaran dana desa Tahun 2020. Uang sebesar RP73 juta disetor oleh pihak ketiga (Perusahaan) kepada pihak Kejari Sibolga.

“Pengembalian itu dilakukan selama 2 tahap. Total 6,9 M sudah dikembalikan selama 2 minggu,” ungkapnya.
“Dana itu kemudian dikirim melalui Bank BRI,” kata Henri lagi.

Terjadinya pengembalian dana desa itu, kata Henri setelah adanya laporan dari masyarakat.

Tim Kasi Intel pun diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan di lapangan.

“Kemudian kita panggil Kadis PMD, Kepala Desa dan pihak ketiga (Perusahaan), mereka kita pertemukan untuk membicarakan terkait pengembalian dana itu,” jelasnya.

Henri menegaskan, dibawah kepemimpinan nya, Kejari Sibolga saat ini akan tetap komitmen melakukan pencegahan korupsi di Pantai Barat Sumatra.

Uang negara, kata dia harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Ini bukan uang kepala desa. Kalau nggak bisa digunakan, ya harus dikembalikan,” ungkapnya.

“Satu rupiah pun tidak boleh ada yang tinggal,” Pungkasnya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *