Ketua DPW PPNI Sumut Apresiasi Penghentian Kasus Penistaan Agama Yang Menjerat Nakes di RS Djasemen Saragih

MEDANHEADLINES.COM, Ketua DPW Persatuan perawat nasional indonesia (PPNI) Provinsi Sumatera Utara Mahsur Al Hazkiyani mengapresiasi keputusan kejaksaan yang tidak melanjutkan kasus 4 tenaga kesehatan (nakes) yang terjerat kasus penistaan Agama

Penghentian kasus ini Sesuai dengan Surat Ketetapan penghentian Penuntutan (SKP2) yang dikeluarkan oleh Kejaksaan Negeri Pematang Siantar pada Rabu (24/2) Sore

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang membantu kami selama ini dan segenap insan Pers yang sangat profesional memberitakan secara berimbang sehingga masalah hukum ini dapat perhatian secara luas”, Ujar Mahsur.

Dikatakannya, Selama hampir 4 bulan ini PPNI mulai dari tingkat DPK, DPD, DPW,DPP sudah berjuang keras mendampingi dan mengadvokasi mereka dari badan bantuan hukum PPNI pusat.

“Semoga segenap perawat dan insan kesehatan serta seluruh masyarakat dapat menerima keputusan Kejari tersebut. Karena keputusan tersebut merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk tidak membahas atau berpolemik lagi. Sehingga para perawat dan insan tenaga kesehatan tidak terganggu psikologisnya dalam melaksanakan pengabdian nya”, Pungkasnya.

Kasus ini berawal dari seorang warga bernama Fauzi Munthe, warga Serbelawan, Kabupaten Simalungun, Sumut melapor ke polisi karena tidak terima istrinya, Zakiah (50), yang meninggal di RSUD Djasamen Saragih, Minggu, 20 September 2020, dimandikan oleh 4 orang laki-laki pegawai rumah sakit di RS Djasamen Saragih

Kemudian ia mengunggah video berdurasi tiga menit 11 detik yang menyebut tindakan rumah sakit tidak sesuai syariat Islam karena yang memandikan isterinya bukan mahram

“Saya mengintip proses pemandian jenazah istri saya, spontan saya terkejut karena yang memandikan empat orang laki-laki: dua Muslim dan dua lagi [beragama] Kristen yang jelas bukan mahramnya. Ini tidak sesuai syariat [Islam],” kata Fauzi.

Fauzi mengaku saat itu dirinya tidak diperbolehkan masuk oleh para petugas dan disuruh keluar. “Saya disuruh keluar dan pintu langsung dikunci mereka,” kata Fauzi Munte.(Pol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *