Sumut  

Harga Kacang Kedelai Meroket, Ini Yang Akan Dilakukan Disperindag Sumut

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui Dinas perindustrian dan Perdagangan turun tangan terkait mahalnya harga kedelai yang membuat sebagian perajin tahu dan tempe terpaksa memberhentikan produksinya. Hal ini pun berakibat semakin sulitnya tahu dan tempe ditemukan di Pasaran

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Sumut Barita Sihite, mengatakan,Untuk mengatasi hal itu, pihaknya tengah berkoordinasi untuk mengambil solusi

Salah satu solusi yang akan dilakukan adalah operasi pasar (OP). Namun itupun, pihaknya sedang berkoordinasi dengan distributor kacang kedelai untuk memastikan ketersediaan pasokan dalam pelaksanaan OP dimaksud.

“Kita lagi bekerja keras, tinggal eksekusi. Sekarang sedang dibahas di rapat Ketapang dan BI. Namun belum diputuskan seperti apa hasilnya,” ujarnya

Dijelaskannya, Persoalan kacang kedelai ini memiliki multi efek, Artinya, Tidak hanya perajin tahu dan tempe saja yang terkena dampaknya,Tetapi juga berpengaruh ke pakan ternak, ayam yang menggunakan bahan baku kedelai. Hal ini berakibat melonjaknya harga ayam dan telur

“Jika belum ada bahan baku, paling tidak ini harus berkoordinasi dengan pihak terkait. Karena tidak semua opsi itu diputuskan di kami, tapi melihat Ketapang, Kadin dan importir,” ujarnya.

Dikatakannya, Persoalan ini harus cepat diselesaikan. Karena, langkah dan koordinasi yang dilakukan ini adalah sebagai upaya kehadiran pemerintah untuk menjawab keresahan masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.