Gempa Sulbar,Tim SAR : 3 Orang Korban Masih Belum Ditemukan

Sebuah mainan boneka berada di sekitar reruntuhan rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/2021). [ANTARA FOTO/Abriawan Abhe]

MEDANHEADLINES.COM – Operasi SAR pencarian korban gempa di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat tidak menemukan hasil pada Rabu (20/1/2021). Kekinian tiga orang yang menjadi target pencarian dinyatakan hilang.

Kepala Operasi Basarnas Sulbar Fathur Rahman menjelaskan pihaknya sudah mencari tiga orang tersebut yang dilaporkan hilang di Kabupaten Majene itu selama lima hari namun tak membuahkan hasil.

“Korban dinyatakan tidak ditemukan, atau dinyatakan hilang itu 3 orang di Kabupaten Majene, ini korban dinyatakan hilang berdasarkan proses evakuasi yang telah dilakukan selama lima hari,” kata Fathur dalam jumpa pers dari Majene, Rabu (20/1/2021).

Fathur menyebut tim SAR Gabungan telah menyatakan ketiganya hilang dengan pertimbangan antara lain tim sudah mengerahkan anjing pelacak, struktur tanah yang tidak stabil membahayakan petugas, dan masih ada gempa susulan.

 

“Tidak ada tanda-tanda keberadaan korban untuk ditemukan, serta dilengkapi surat pernyataan dari keluarga korban yang ditandatangani perwakilan tim rescue serta pemerintah setempat yang bisa dipertanggung jawabkan,” jelasnya.

Oleh karena itu, jumlah korban meninggal dunia masih sama dengan hari kemarin yakni 90 orang jiwa meninggal dunia yang terdiri dari Mamuju 79 dan Majene 11 orang.

Selain itu, tercatat 679 orang luka ringan serta terdapat 253 orang mengalami luka berat, yaitu 189 orang luka berat di Kabupaten Mamuju dan 64 orang luka berat di Kabupaten Majene.

Kemudian 19.435 orang juga masih mengungsi, dengan rincian 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju dan 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majene.

Tim SAR gabungan yang terdiri 1.625 personel terus melakukan pencarian di 20 sektor untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di reruntuhan bangunan.

Sementara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sudah terjadi 31 kali gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat terhitung sejak 14-18 Januari 2021.

Potensi gempa susulan masih akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan dengan intensitas gempa yang mulai berkurang.

Warga yang tinggal di pesisir pantai juga diimbau untuk segera melakukan evakuasi mandiri menjauhi pantai jika terjadi gempa kuat di pantai, mengingat pesisir Majene pernah terjadi tsunami pada tahun 1969.

Begitu pula dengan masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan atau yang melewati jalan di tepi tebing curam, perlu waspada karena gempa susulan signifikan dapat memicu terjadinya longsoran (landslide) dan runtuhan batu (rock fall).

Masyarakat diminta selalu waspada dan mengikuti informasi resmi yang tersedia melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui situasi terkini.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *