Emma Erwani Beri Bantuan ke Bocah Penderita Pembengkaan Telapak Kaki di Sarudik

MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Anggota DPRD Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Emma Erwani mengunjungi rumah salah satu warga di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kamis (7/1).

Kedatangan wakil rakyat dari Fraksi Partai NasDem itu untuk memberi bantuan kepada seorang bocah yang mengalami pembengkakan pada kedua telapak kaki yang mengakibatkan jari jempol sebelah kanannya nyaris putus.

“Ingin membantu sedikit meringankan beban keluarga anak itu,” kata Emma.

Diketahui, Bocah malang berusian 5 tahunn itu adalah Latif Akmal. Saat ini ia telah dibawa ke RS di Medan pada Rabu (6/1) sore untuk mendapatkan perawatan medis.

Didampingi warga, Emma mendatangi rumah kontrakan orangtua Latif Akmal yang berada di kawasan perumahan Permai ll Pondok Batu.

Di rumah yang berukuran 3×4, Emma disambut ayah sang bocah, Rotua Hutabarat. Sementara, sang istri sedang berada di Medan untuk mendampingi pengobatan anaknya.

“Ini ada sedikit yang dapat saya berikan untuk membantu keluarga bapak. Mudah-mudahan bisa bermanfaat,” kata Emma.

 

Kedatangan anggota DPRD itu membuat Rotua Hutabarat terharu. Dia tidak menyangka masih ada yang peduli dengan kondisi anaknya.

Dengan berurai air mata, Rotua pun bercerita terkait penyakit yang diderita anaknya itu.

Menurut dia, luka yang diderita anak kedua nya itu terjadi di tahun 2017. Jari kelingking sebelah kiri mengalami luka gores.

“Kemudian mengalami pembengkakan lah di telapak kaki sebelah kiri nya,” kata Rotua.

Melihat kondisi itu, dia bersama istrinya kemudian membawa Latif ke Puskesmas yang tak jauh dari kediamannya.

“Dikasih lah obat, kata petugas medis untuk penyakit Kusta,” jelasnya.

Rotua mengaku, pembengkakan akibat luka gores pada kelingking kaki anaknya itu sempat sembuh.
Namun, entah apa sebabnya, penyakit yang sama juga dialami pada telapak kaki sebelah kanan. Bahkan, jari jempol kaki anaknya itu nyaris putus.

“Sudah 3 tahun telapak kakinya membengkak, sejak anak saya berusia 2 tahun,” katanya.

Rotua Hutabarat yang berprofesi sebagai buruh itu mengaku tak bisa berbuat banyak untuk kesembuhan Latif. Sementara, sang istri juga hanya bekerja memberi jasa cuci di rumah warga.

Menurut dia, tahun 2017 Latif sempat mau dirujuk ke Rumah Sakit Medan, namun batal. Rotua tidak mau kaki anaknya harus diamputasi.

“Setelah berunding sama keluarga, makanya dia (Latif) dibawa ke Rumah Sakit USU Medan. Saya sudah pasrah. Kalaupun mau diamputasi, saya sudah ikhlas,” katanya.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *