MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pertarungan Pilkada Serentak 2020 kini tinggal hitungan hari. Tidak hanya di lapangan, pertarungan antar kandidat juga lagi sengit-sengitnya terjadi di media sosial. Kota Medan termasuk salah satu daerah yang paling menjadi perhatian di Pilkada Serentak 2020 ini, khususnya dari segi pemberitaan. Tentu saja, tingginya atensi publik pada Pilkada Kota Medan juga disertai ramainya respon netizen dalam membahas isu-isu politik di Kota Medan, termasuk perang wacana antar pendukung kedua paslon yang bertarung, yaitu Akhyar Nasution – Salman Alfarisi dan Bobby Nasution – Aulia Rachman.
Pengamat Media Sosial M. Rizal Lubis menilai tingginya tensi politik di Pilkada Kota Medan khususnya di media sosial tidak terlepas dari latar belakang kedua Paslon yang menjadi peserta Pilkada. Rivalitas yang kuat juga dipicu karena Pilkada hanya diikuti oleh dua Paslon.
“Rivalitas di Pilkada Medan memang sangat tinggi, karena Akhyar yang merupakan petahana, sementara Bobby yang distigmakan sebagai representasi dari pemerintah pusat. Sehingga wajar jika Pilkada Medan menjadi menarik dari segi pemberitaan dan perdebatan di media sosial,” ungkap Rizal yang juga mengajar di Ilmu Komunikasi FISIP UISU pada Selasa (01/12/20).
Rizal juga mengatakan tingginya pertarungan wacana di media sosial juga memancing akun-akun nasional, baik anonim maupun influencer untuk ikut serta masuk didalam pembahasan Pilkada Medan. Jadi memang, Rizal menekankan betapa pentingnya kesadaran masyarakat Kota Medan untuk sama-sama menjaga kekondusifan Pilkada Kota Medan di media sosial, karena tingginya tensi politik yang tidak hanya muncul di Kota Medan.
“Baik dari paslon 01 maupun 02, keduanya memaksimalkan influencer media sosial dari level nasional, jadi memang harus dari kita sendiri warga Medan yang menjaga agar Pilkada Kota Medan tetap kondusif. Kitalah yang harus menjaga alur informasi di media sosial tetap sehat, tanpa ada provokasi dan hoax,” ujarnya.
Apalagi, tambah Rizal, potensi tingginya provokasi dan hoax di media sosial akan berada pada puncaknya justru saat minggu tenang. Sebab, di masa tenang inilah justru momen-momen paling menentukan jelang hari H pemilihan.
“Jadi saya menyarankan, baik Penyelenggaran, Pengawas Pemilu dan masyarakat agar mewaspadai minggu tenang nanti. Kita melihat pengalaman sebelumnya, justru di minggu tenang ini pertarungan wacana dalam posisi yang sangat rawan, khususnya di media sosial,” tegasnya.
Rizal menambahkan, pembusukan karakter dan isu-isu fitnah sangat mungkin terjadi pada minggu tenang nanti. Dari segi teori politik, strategi ini disebut Firehose of falsehood, yaitu semburan bertekanan tinggi yang mengantarkan propaganda kepalsuan, secara terus menerus sehingga masuk ke alam sadar penerima informasi hingga menjadi kebenaran.
“Ini eranya post truth, dimana kebenaran itu bisa diciptakan, bahkan melalui kebohongan. Jadi masyarakat harus waspada jika nantinya muncul isu-isu pembusukan karakter, fitnah dan sebagainya. Kalau dulu itu dilakukan dalam bentuk selebaran gelap, tapi sekarang bisa jadi akan menyebar baik di media sosial bahkan via Whatsapp,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rizal juga memberikan apresiasi kepada KPU Kota Medan yang dinilai sangat konsisten membangun keterbukaan publik di media sosial. Tidak hanya rutin menginformasikan agenda-agenda kerja dan pengumuman terkait tahapan Pilkada, KPU Kota Medan melalui media sosialnya juga sering memberikan himbauan kepada masyarakat terkait pentingnya media sosial sehat dan upaya bersama untuk melawan hoax.
“Semangat keterbukaan publik yang ditunjukkan KPU Medan ini memang layak diapresiasi, dan inilah sebenarnya kunci utama membangun kepercayaan masyarakat kepada KPU Medan. Saya berharap, KPU Medan tetap konsisten mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya media sosial sehat,” ujar Rizal.
Seperti diketahui, Pilkada Serentak akan digelar pada 09 Desember 2020 mendatang. Khusus di Kota Medan, Pilkada diikuti oleh dua pasangan calon yang bertarung untuk merebut posisi sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, yaitu Akhyar Nasution – Salman Alfarisi di nomor urut 01 dan Bobby Nasution – Aulia Rachman di urut 02. (raj)












