Terkait Tender Pengadaan Kerbau, CV Deyan Putra Utama Gugat Pokja 036-B UKPBJ Provsu 

Perwakilan CV Deyan Putra Utama Zulham Effendi Siredar (kanan) dan Kuasa hukumnya Muhammad Khaidir F. Harahap, SH., MH. (kiri)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – CV Deyan Putra Utama Melakukan Gugatan Terhadap kelompok kerja pemilihan (Pokja) 036-B Unit Kerja pengadaan Barang/jasa (UKPBJ) Provinsi Sumatera utara tahun Anggaran 2020.

Gugatan ini dilakukan tim kuasa hukum CV Deyan terhadap objek sengketa terkait tender belanja hibah barang yang akan diserahkan kepada masyarakat berupa binatang ternak kerbau untuk kegiatan pengembangan Ternak Ruminansia besar program peningkatan produksi hasil peternakan dan pencegahan/penanggulangan penyakit hewan.

“Bawa oleh karena tergugat telah menerbitkan objek sengketa yang menyatakan penggugat tidak lulus pembuktian kualifikasi dengan alasan yang tidak berdasarkan fakta dan bertentangan dengan  kerangka acuan kerja (KAK) telah menimbulkan akibat hukum dan merugikan Kepentingan hukum penggugat yaitu hilangnya kesempatan untuk memenangkan tender pekerjaan dan hilangnya kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari tender tersebut yang diselenggarakan oleh tergugat sebagai Pejabat Tata Usaha Negara,” Ungkap Kuasa Hukum CV Deyan Muhammad Khaidir F. Harahap, SH., MH.

 

Dijelaskan Khaidir, Proses lelang berlangsung pada September 2020. Secara administratif PT Deyan telah memenuhi syarat. Pokja sudah meloloskan 7 ekor betina yang memenuhi Kerangka Acuan Kerja (KAK) yaitu syarat minimal 10 persen dari 70 ekor kerbau, atau 7 ekor.

“Artinya sudah memenuhi syarat. Namun dalam berita acara CV Deyan dianggap tidak memenuhi syarat. Dengan gugatan ini kami ingin menyampaikan keberatan terhadap berita acara hasil pemilihan yang diterbitkan oleh Pokja,” katanya.

Sementara itu, Perwakilan CV Deyan, Zulham Efendi Siregar mengatakan, Kesimpulan BAP Pokja menyebutkan berdasarkan klarifikasi teknis, stok ternak pada kandang CV Deyan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.

“Padahal 7 ekor yang lolos adalah 10 persen dari 70 ekor. Tapi kok disebut tidak sesuai spesifikasi,” jelasnya.

Setelah dinyatakan tidak lolos persyaratan oleh Pokja, CV Deyan langsung melakukan sanggahan.

Lalu dari sanggahan tersebut, Inspektorat Provinsi Sumut sudah melakukan klarifikasi. Yakni memerintahkan Pokja 036-B UKPBJ untuk melakukan pembuktian kualifikasi ulang terhadap peserta tender CV. Deyan Putra Utama. Kedua, memerintahkan Pokja 036-B UKPBJ untuk menghentikan sementara tender ulang.

“Tapi saat ini tender tidak jelas statusnya apakah dihentikan atau terus dilanjutkan.

Tim kuasa hukum saat menyampaikan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Medan

Saat pembuktian kita tidak diundang. Jadi sebenarnya titik poin buktinya di BAP mereka. Mereka membuat tender ulang kita ikut lagi, tapi belum ada kelanjutan,” tambah Zulham.

Kini CV Deyan pun menyerahkan gugatan ini kepada Tim Kuasa Hukum yangterdiri dari M Khaidir Harahap,SH, MH, Qodirun, SH, C.P.L, Munawar Sadzali, S.H, Bambang, S.H, Edy Suhendro, SH.

“Saat ini kita masih menunggu jadwal sidang. Dengan gugatan ini kita berharap PTUN memerintahkan Pokja membatalkan BAP dan CV Deyan dinyatakan lolos pembuktian kualifikasi,” Pungkasnya (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *