Serangan Bom Mobil Tewaskan Mufti Suriah Syekh Adnan

Bom Mobil Meledak di kota Al-Bab Suriah, 18 Tewas dan Puluhan Luka. (Tangkapan Layar/Anadolu Agency)

MEDANHEADLINES.COM – Mufti Damaskus Suriah, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni tewas dalam serangan teroris. Dia meninggal akibat ledakan bom yang tertanam di mobilnya, Kamis (2/10/2020) malam waktu setempat.

Menyadur Sputnik News dari kantor berita SANA, Jumat (23/10/2020), pejabat keagamaan itu tewas dalam ledakan bom yang ditempatkan dimobilnya di kota Qudsaya.

Al Masdar News melaporkan bahwa bagian dalam mobil Syekh Al-Afyouni terbakar, jok robek, dan salah satu pintu mobil terbelah dari satu sisi, dan kacanya pecah.

Selepas ledakan itu, kendaraan pertahanan sipil dan ambulans bergegas ke lokasi untuk menyelamatkan Syekh Al-Afyouni yang pada ahirnya tidak tertolong.

Sementara dinas keamanan membentuk penjagaan ketat di sekitar lingkungan (Asosiasi Qudsaya), di mana Syekh Syekh Al-Afyouni tinggal.

Dalam keterangannya, Kementerian Wakaf menyebut Syekh Al-Afyouni meninggal dunia dalam keadaan syahid atau bertemu Tuhan sebagai seorang martir.

Syekh Al-Afyouni adalah salah satu ulama Suriah dan dunia Islam yang paling terkemuka, serta anggota Dewan Ilmiah Fiqh di Kementerian Wakaf.

Selama menjadi mufti Muslim Sunni untuk provinsi Damaskus, Syekh Al-Afyouni dianggap memiliki kedekatan dengan Presiden Bashar al-Assad.

Dia juga merupakan salah satu tokoh paling menonjol yang bekerja untuk mencapai rekonsiliasi nasional di Damaskus selatan dan barat.

Pada 2015, dia melakukan upaya besar untuk mendorong militan di daerah Qudsaya dan Hamah untuk memisahkan diri dari Front Al-Nusra dan menyerah.

Menyadur AFP, keberhasilan mengusir pemberontak dan jihadis terakhiad pada 2018 telah membuat kota Damaskus relatif damai dan jarang terjadi ledakan.

Pemerintah Suriah sendiri telah mendapat kan kembali kendali atas sekitar 70 persen wilayah negara dari tangan jihadis dan miliat. Hal itu berkat bantuan sekutu utama, Rusia.

Perang Suriah yang mencuat sejak Maret 2011 telah menewaskan lebih dari 380 ribu orang.

Pertarungan antara pemerintah dan kelompok pemberontak itu membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *