MEDANHEADLINES.COM – Hobi menghias tanaman untuk taman rumah kembali banyak digandrungi oleh orang orang untuk mengisi waktu luang di masa Pandemic Covid-19. Namun ada beberapa orang yang merasa tidak bisa menghias rumahnya dikarenakan tidak adanya lahan untuk membuat Taman Rumah. Berbeda dengan Loina br Brahmana, beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki banyak keinginan untuk memperindah halaman rumahnya dengan memilih “Kokedama”.
Hanya dengan bermodalkanYoutube, beliau mencari cari ide dan belajar untuk pembuatan berbagai pot bunga yang unik. Kokedama itu adalah bola tanah yang ditutupi lumut tempat tumbuh tanaman hias. Ide ini berasal dari Jepang, di mana ia merupakan kombinasi dari gaya tanam bonsai nearai dan kusamono, yang mana jenis tanaman hias seperti ini dapat menghiasi rumah menjadi cantik tanpa perlulahan yang luas. Namun, di Indonesia Kokedama dibuat dengan menggunakan Serabut Kelapa dan dibentuk menggunakan benang. Beliau sudah menggeluti dunia kokedama sejak April terhitung dari awal mula adanya pandemic Covid-19 ini.
Hal ini membuat masyarakat, khususnya kelompok perempuan di Desa Bulan jahe yang terletak di Kecamatan Barus jahe Kabupaten Karo yang menjadi Penerima Manfaat Program Kopi Nande yang dibawa oleh Pusat Kajian dan perlindungan Anak (PKPA) dan Lutheran World Relief (LWR) juga ingin membuat kokedama ini.
Bersama dengan Pdt. Ribka Maya sari brTarigan seorang Pendeta GBKP Runggun Bulan jahe, kelompok perempuan desa Bulan jahe memanggilI bu Loina Br Brahmana untuk hadir bersama mereka dan mengajarkan cara membuat kokedama.
Kegiatan ini dilakukan di HalamanGereja GBKP Runggun Bulanjahe yang diikutioleh 15 perwakilan kelompok perempuan dampingan PKPA dari yang masih gadis hingga Lansia.Tahap demi tahap mereka ikuti dengan penuh antusias hingga masing masing mereka menyelesaikan 1 buah kokedama yang cantik.
Antusias kelompok ini dilihat dari kesediaan mereka berkontribusi untuk melakukan pembelian bahan dan peralatan yang diperlukan untuk peraktik pembuatan Kokedama tersebut. Hal ini membuat Program Kopi Nande merasa adanya peningkatan kelompok perempuan dalam mengelola kebun rumahnya.
Diketahui program Kopi Nande adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berada di KabupatenKaro, khususnya Desa Bulanjahe, Bulanjulu, Sikab dan Penampen yang terletak di Kecamatan Barus jahe dan Desa Lingga di Kecamatan Simpang Empat.
Salah satu aktifitas program ini adalah, pelatihan pembuatan Taman Rumah yang sudah dilakukan di 5 desa dampingan PKPA dengan harapan adanya agen-agen perubahan dalam desa untuk mengkampanyekan hidup bersih, sehat dan asri. (red)












