Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api , KAI Divre 1 Sumut : Hingga Agustus Sudah 52 Kasus

Ilustrasi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Angka kecelakaan di perlintasan kereta Api yang ada di Sumut masih cukup tinggi.Dari data yang diperoleh, Hingga Bulan Agustus Tahun 2020, Sudah 52 Kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah ini

Deputy Vice President PT KAI (Persero) Divre I Sumut Willy Suryamiharja mengatakan, Peran serta masyarakat terhadap keselamatan sangat dibutuhkan terutama dalam hal mentaati dan patuh terhadap rambu-rambu di perlintasan.

Dijelaskannya, Pelanggaran lalu lintas di perlintasan sebidang tidak saja merugikan pengendara jalan, tetapi juga perjalanan KA.

“Selama ini perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang sering terjadi kecelakaan, ” Jelasnya

Willy juga mengatakan, Di Sumut terdapat 92 perlintasan sebidang yang resmi dan 252 tidak resmi. Kemudian ditambah sembilan perlintasan tidak sebidang baik berupa flyover maupun underpass.

“Salah satu tingginya angka kecelakaan pada perlintasan kerap terjadi akibat para pengendara tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi, ” ujarnya

Dari data yang ada, Tambahnya, 52 kecelakaan yang terjadi di perlintasan itu sebanyak dua kali di perlintasan resmi,16 kali di perlintasan tidak resmi, 22 kasus pejalan kaki serta hewan ternak ada 12 kali kejadian di ruang manfaat jalur kereta api.

“Di tahun 2019, jumlah kecelakaan terjadi sebanyak 108 kali dengan masing-masing enam kali kejadian di perlintasan resmi dan 50 kali di perlintasan tidak resmi. Kemudian 36 kali pejalan kaki dan 16 hewan ternak di daerah ruang maanfaat jalur kereta api,” Ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, Sejak 2018 yang lalu , KAI telah menutup 47 perlintasan tidak resmi sebagai Langkah mengurangi kecelakaan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *