Terkait Pilkada, Kader PDIP Yang Langgar Keputusan Partai Akan Diberi Sanksi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seluruh kader dan pengurus PDIP diseluruh tingkatan diwilayah Sumatera Utara diminta untuk menjalankan putusan partai terkait Pilkada Serentak 2020.

Tak Hanya itu, Seluruh kader juga diimbau agar bergerak bersama dalam memenangkan seluruh calon kepala daerah yang di usung oleh Partai di 23 kabupaten/kota di Sumut.

“Dinamika itu biasa terjadi, tapi ketika sudah ada keputusan partai, maka seluruh kader dan pengurus wajib menjalankannya,” kata Wakil Ketua Bidang Buruh DPD PDIP Sumut, Sarma Hutajulu, Jumat (21/8/2020).

Dijelaskannya, Dinamika sepanjang belum ada putusan dari partai merupakan hal yang biasa terjadi di internal PDIP. Namun setelah ada keputusan maka tugasnya adalah mengamankan putusan partai.

” Tapi kalau ada pengurus dan kader yang tidak menjalankan putusan partai, tentunya akan diberikan sanksi,” Tegasnya

Sebelumnya, Puluhan PAC PDI Perjuangan (PDIP) se-Kota Medan mendatangi Kantor DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut) di Jalan Djamin Ginting, Kota Medan, Kamis (20/8/2020).

Sebelumnya, keputusan DPP PDIP merekomendasikan Bobby Nasution-Aulia Rahman sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan mendapatkan penolakan dari sejumlah kader PDIP.

Para kader PDIP yang mengakui dari Forum Exponen 98 PDIP menolak pasangan itu karena dinilai bukan kader PDIP.

“Kami sangat menolak keputusan DPP PDIP yang merekomendasi saudara Bobby Nasution dan Aulia Rahman di Pilkada Kota Medan,” kata perwakilan Forum Exponen 98 PDIP, Gumana Lubis, Selasa (11/8/2020).

Gumana mengklaim dengan tidak adanya kader PDIP di Pilkada Medan kali ini, dukungan akar rumput partai berlambang banteng tersebut akan solid mendukung Akhyar Nasution.

Namun, Pernyataan Gumana ini dibantah oleh Ketua PAC Medan Barat, Feber Welly Silalahi.

Menurut Feber, Sebanyak 21 PAC PDIP di Kota Medan solid memenangkan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rahman di Pilkada Serentak 2020.

Dia menegaskan, seluruh kader PDIP yang tegak lurus dalam menjalankan keputusan partai.

“Bila ada yang tak setuju, itu merupakan sikap pribadi bukan atas nama PAC. Mereka tidak mewakili institusi. Kami tetap merangkul kawan-kawan itu,” Tegasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.