ReMan JaPan : Pendidikan Penting Bagi Anak Bangsa, Pasangan JP Punya Visi Sibolga Pintar

MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Pendidikan menjadi hal yang utama bagi setiap generasi muda. Terutama untuk menambahkan wawasan dan bekal dalam menyingsing masa depan. Pendidikan sendiri memiliki jenjang atau tingkatan tertentu bagi mereka yang ingin menempuhnya. Pendidikan juga menyediakan jurusan-jurusan sesuai dengan minat peserta didik.

Pendidikan secara umum mempunyai arti yaitu suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Berbicara tentang pendidikan pasti semua akan setuju dan beranggapan, bahwa pendidikan merupakan sebuah modal berharga untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dan merupakan salah satu hak asasi manusia.

Begitulah awal pembuka diskusi Medan Headlines dengan Bendahara Relawan Pemenangan Jamal Pantas (ReMan JaPan), Hengki Tanjung.

Disampaikannya, menuntut ilmu itu tidak ada batasan usia atau dapat dikatakan selama hidup merupakan sebuah proses pendidikan baik di dalam lingkungan keluarga, masyarakat atau dimanapun kita berada.

“Di dalam masyarakat pendidikan dapat membedakan manusia dari segi kedudukannya. Orang yang berpendidikan tinggi akan jauh lebih dihargai orang lain dalam masyarakat. Pendidikan juga sangat berpengaruh dalam pekerjaan, contohnya pada jabatan seseorang. Orang yang berpendidikan tinggi dapat diposisikan pada jabatan yang lebih tinggi, begitu juga sebaliknya orang yang berpendidikan rendah akan diposisikan pada jabatan yang lebih rendah pula. Karena kemampuan seseorang disesuaikan dengan setiap bidang pekerjaan,”ujarnya.


Menurut Alumni Imatatsi ini, pendidikan berperan penting untuk menunjang masa depan, karena jika tidak mempelajari dan tidak memiliki pendidikan maka akan sulit mencari atau mendapatkan pekerjaan yang kita inginkan.

“Pada zaman sekarang ini, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih dan berkembang. Tentunya dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan sangat mudah untuk kita mendapatkan pendidikan. Perlu kita ketahui pentingnya pendidikan memiliki tujuan untuk menghilangkan kesulitan, kemiskinan, kebodohan, ketinggalan dan penderitaan rakyat. Dengan pendidikan akan membentuk sikap yang bermartabat berguna mencerdaskan kehidupan bangsa untuk ke depannya,”ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Hengki menguak pendidikan di Kota Sibolga. Dijelaskannya, pada posisi ini setiap kepala daerah sudah harus lebih tanggap dan paham mengenai kondisi pendidikan yang ada di daerahnya dan strategi yang tepat dalam mendongkrak minat dan kemampuan bersekolah anak.

“H.Jamaluddin Pohan sebagai salah satu calon Wali Kota Sibolga sebelumnya sudah memiliki sepak terjang dalam membantu memajukan pendidikan dan peranan beliau menciptakan masyarakat sibolga pintar. Hal ini terlihat bahwa Seorang Jamaluddin Pohan adalah salah satu pendiri dan dewan penasehat SMP Muslimin yang sekarang sudah membentuk dan menghasilkan generasi generasi yang pintar, cerdas dan berakhlak mulia, serta yang mampu bersaing dengan sekolah popular di wilayah Sumatera Utara bahkan tingkat nasional,”terangnya.

Beliau, lanjut Hengki, juga salah seorang dewan Pembina di organisasi kepemudaan, pelajar di Tapanuli Tengah dan Sibolga pada saat menjabat sebagai Wakil Bupati Tapanuli Tengah.

“Dengan pengalaman dan kemampuan beliau di bidang tersebut tercetuslah visi misi Sibolga Pintar, di mana strategi Sibolga Pintar nantinya adalah memberikan bantuan berupa biaya gratis selama menjalani proses belajar 9 tahun, yaitu mensupport dengan penuh bagi siswa yang berprestasi sampai tingkat nasional dan bangku sekolah SD, SMP dan SMU. Serta, memberikan beasiswa bagi masyarakat dalam kemapuan rendah untuk biaya sekolah lanjutan ke perguruan tinggi serta meningkatkan kesejahteraan guru guru pengajar,”kata Hengki.

Menurutnya, mengacu pada Pilkada Sibolga mendatang, gambaram visioner dalam pembangunan pendidikan Kota Sibolga ada pada diri H.Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumban Tobing. Pasangan tersebut, sudah paham bahwa manusia yang memiliki ilmu dan berpendidikan pasti berbeda dengan manusia yang tidak memiliki ilmu dan pendidikan.

“Kita bisa melihatnya secara nyata dan membedakan dari cara bicara, bersikap, berpikir, sopan santun dan menjaga emosi. Secara singkat dapat saya katakan, jika ingin selamat di dunia harus memiliki ilmu pendidikan. Jika ingin selamat di akhirat juga harus memiliki ilmu pendidikan, dan jika ingin selamat keduanya juga harus memiliki ilmu pendidikan,”pungkasnya. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.