Kasus Penistaan Agama, Youtuber Aleh Aleh Khas Medan Jalani Sidang Perdana

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Youtuber Medan Rahmat Hidayat alias Aleh (19) menjalani sidang perdana terkait kasus penistaan agama yang menjerat dirinya.

Warga Jalan Ileng, Gang Nangka, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan itu menjalani sidang secara virtual di ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri Medan. Kamis (13/08/2020).

Rahmat yang dikenal sebagai Youtuber Aleh Aleh Khas Medan ini dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ia juga didakwa dengan Pasal 156a huruf a KUHPidana. Yakni dengan sengaja dimuka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Dalam Sidang yang beragendakan pembacaan dakwaan sekaligus keterangan saksi ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aisyah SH dan Yarmasari menghadirkan Salman SH selaku pelapor.

Dalam Dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan kasus ini bermula pada hari Selasa tanggal 07 April 2020 sekira pukul 21.00 WIB.

Terdakwa Aleh sedang berkumpul dengan teman-temannya di rumah Fahrezi Gilang Aprilian di Jalan Kawat I Kel Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli.

Kemudian mereka membuat cover lagu, lanjut Jaksa, dengan dengan cara sambil bermain gitar dan menyanyikan lagu serta merekamnya dengan menggunakan Handphone. Selanjutnya keenam orang tersebut sepakat membuat cover lagu islami berjudul “Aisyah”.

“Karena sedang tenar, keenamnya menyanyikan syair lagu islami “Aisyah” secara bersama kemudian direkam video hingga lagu selesai dengan menggunakan Handphone, milik terdakwa yang diletakkan diatas meja, karena hasil rekaman video tersebut mereka anggap belum kocak/lucu kemudian mereka mengulangi beberapa kali perekaman video,” terang Jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Somadi.

Jaksa melanjutkan, Deni Fahrizal Lubis Als Deni memberikan ide kepada terdakwa untuk membuat adegan memegang rambutnya ke atas lalu seperti pikiran kosong dan kerasukan lalu naik atas tempat tidur dan menghadap ke belakang agar kemudian ditolong. Namun terdakwa dengan inisiatifnya sendiri ternyata menambah adegan.

“Dengan membuka celana panjang yang sedang dikenakannya sehingga pada bagian bawah terdakwa hanya menggunakan celana pendek boxernya lalu melipat lagi bagian ujung celana ke atas hingga ke pangkal paha/selangkangan, lalu saat ditempat tidur dan menghadap ke belakang terdakwa kemudian menungging sehingga memperlihatkan bokongnya yang hanya menggunakan celana boxer pendek yang ujungnya telah terlipat ke atas sampai ke pangkal paha/selangkangan,” ujar JPU.

Atas perbuatannya, banyak umat islam yang melihatnya menjadi marah, tersinggung dan merasa dilecehkan karena lagu yang mereka nyanyikan tersebut adalah lagu islami dimana syair lagu tersebut menceritakan tentang sifat dan kebaikan istri Nabi Muhammad SAW yang bernama Aisyah.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *