Pendemi Covid-19, Sejumlah Hotel Di Medan Tutup Sementara

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Penyebaran virus corona (Covid-19) memiliki dampak diberbagai sektor salah satunya adalah hotel dan restoran

Terlebih lagi pemerintah telah melakukan pembatasan masyarakat yang berkumpul untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut, sehingga Nyaris tidak ada lagi pengunjung yang datang ke Hotel dan restoran.

“Saya perkirakan yang tutup sementara lebih dari 24 hotel. Namun yang melapor ke PHRI Sumut hanya 24 hotel,” kata Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S. Wardhana, Rabu (8/4).

Denny menjelaskan hotel-hotel tersebut lebih memilih menutup usahanya sementara sembari melihat perkembangan penanganan virus corona hingga situasi kembali normal.

‎”Jadwal pengoperasian kembali hotel itu juga tidak dipastikan.Yang pasti melihat perkembangan wabah Covid-19,” jelasnya.

Selain sudah tidak ada tamu, Denny menuturkan bahwa pihak hotel mengikuti imbauan pemerintah terkait pencegahan dan antisipasi penyebaran virus corona dengan menghindari mobilitas massa berjumlah besar.

Menurut Denny penghentian operasional hotel itu berbeda-beda waktunya, ada yang dimulai sejak 1 April 2020 seperti Garuda Plaza Medan.

“Penutupan sementara itu untuk mengurangi beban kerugian dampak Covid-19,” ucapnya.

Sejak surat resmi permohonan relaksasi dilayangkan PHRI Sumut ke berbagai instansi pada 17 Maret 2020, belum ada satupun pihak yang menanggapi.

“Permintaan relaksasi itu mengingat bisnis okupansi (tingkat hunian hotel) di Sumut tinggal sekitar 20 persen,” jelas Denny.

Mengenai karyawan, Denny menegaskan tidak terjadi PHK. Para karyawan hanya dirumahkan sementara selama opersional hotel diberhentikan.

“Meruginya pengusaha hotel dan restoran otomatis juga mengganggu kewajiban pengusaha ke karyawan dan lainnya sehingga manajemen hotel memilih tutup sementara dan merumahkan karyawan,” ungkapnya.

Denny mengharapkan ada kebijakan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah untuk menangguhkan biaya bulanan seperti pajak, BPJS Kesehatan, BPJS Tenagakerjaan, listrik, air dan gas.

“Kalau sekarang dalam kondisi ini ada penanguhan dalam realisasi tetap. Itu biaya rutin harus dikeluarkan pelaku usaha. Kalau tidak ada tamu, bagaimana bayarnya. Meski biayanya berkurang,” terangnya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *