Lebih Baik Tunda Resepsi Pernikahan, Kalo Tidak Bakal Dibubarkan Paksa Polisi

MEDANHEADLINES.COM – Semakin meningkatnya angka pasien virus Covid-19 di Indonesia membuat Pemerintah melakukan berbagai hal agar persebaran virus tersebut dapat diminimalisir

Salah satunya adalah dengan membubarkan kerumunan orang yang disinyalir dapat dengan mudah menjadi media persebaran COVID-19

Petugas berwajib juga telah melakukan Razia di lokasi keramaian publik beberapa hari belakangan untuk meminta Masyarakat yang tengah berkumpul dalam jumlah banyak segera membubarkan diri

Tak hanya di ruang publik, polisi kini juga siap membubarkan resepsi pernikahan disaat wabah seperti saat ini
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan kerumunan yang ada di resepsi bisa berpotensi tinggi terhadap penyebaran corona.

“Jangan sampai resepsi pernikahan malah berpotensi berakibat fatal. Kita akan siap membubarkan. Kita menjalankan amanat dari maklumat Kapolri,” kata Tatan saat dikonfirmasi, Selasa (24/3).

Tatan juga mengingatkan masyarakat agar bisa memahami kondisi Pandemi Corona. Dia berharap, masyarakat yang akan menggelar resepsi bisa menundanya sampai kondisi semakin membaik.

Polisi, kata Tatan, memang tidak semerta-merta langsung membubarkan resepsi atau lokasi keramaian lainnya. Mereka akan menyampaikan tiga kali imbauan terlebih dahulu.

“Imbauan pertama akan kita berikan waktu selama tiga menit, jika tidak diindahkan kita sampaikan imbauan kedua selama dua menit. Jika masih membandel juga, kita berikan imbauan ketiga dengan memberikan waktu satu menit. Jika tidak menuruti imbauan, kita akan lakukan upaya pembubaran secara tegas,” kata Mantan Wakapolrestabes Medan itu.

Sehubungan dengan itu, Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid-19). Maklumat itu dikeluarkan pada 19 Maret 2020 dengan Nomor Mak/2/III/2020.

Tatan menuturkan, pihaknya tak ingin hanya karena ada kerumunan maka penyebaran corona terus bertambah. Pihaknya akan mengambil tindakan tegas hingga berujung pidana jika masih ada masyarakat yang membandel.

“Pasal 212 KUHP barang siapa yang tidak mengindahkan petugas yang berwenang yang saat ini melaksanakan tugas dapat dipidana. Kita lakukan terus pemantauan dan penyidikan. Pasal 216 dan 218 tambahan pasal. Initinya bisa diproses hukum pidana,” katanya.

“Kami mengimbau masyarakat tetap berada di rumah di masa pandemi corona ini. Kita harus ikuti semua protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Kita ikuti arahan yang berkaitan dengan antisipasi penyebaran virus. Ini untuk kita semua, keluarga dan diri kita,” pungkasnya.  (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *