Sumut  

Pemprovsu Siapkan 1.000 Kamar Isolasi Untuk Pasien Virus Corona

Gubsu Edy Rahmayadi

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Perkembangan wabah COVID-19 di Sumut saat ini mengalami penambahan yang cukup signifikan. Dari data terbaru menyebutkan, ada 75 orang yang masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumatera Utara

“ Sampai hari ini Sumatera Utara masih clear tentang corona. Tapi yang diduga kemungkinan-kemungkinan ada 72 orang (ditambah 3 PDP yang lebih dulu dirawat di RSUP H Adam Malik) tadi pagi,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Selasa (17/3).

Dijelaskan Gubsu, Ada 8 PDP yang tengah dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan yang 5 diantaranya adalah pasien baru.

“Untuk ruang isolasi sebenarnya tidak hanya di RSUP H Adam Malik dan sejumlah rumah sakit rujukan lainnya. Pemprov Sumut bersama TNI dan Polri menyiapkan ruang iolasi di sejumlah daerah,” Jelasnya

Sebelumnya, Kata Gubsu, Kodam I Bukit Barisan juga telah mendirikan posko dan tenda untuk dijadikan ruangan isolasi. Fasilitas itu di antaranya berdiri di RS Putri Hijau, Medan.

Tak hanya itu, Edy juga mengatakan, saat ini ada 330 ruang isolasi yang tersebar di sejumlah daerah.

“Nanti akan dilengkapi oleh Bapak Kapolda sebanyak 400 (ruangan) di SPN (Sekolah Polisi Negara) yang akan hari ini kita siapkan, sehingga ada kurang lebih 750 ruangan isolasi untuk antsipasi. Saya berharap itu menjadi 1.000 ruangan ke depan. Ini yang sedang saya koordinasikan dengan Pak Kapolda,” katanya

Sementara itu, Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sumut dr Restuti Handayani Saragih menjelaskan, 75 PDP itu merupakan data kasar terbaru dari seluruh Sumut. Mereka seharusnya diobservasi atau dirawat di ruang isolasi.

Karena RSUP H Adam Malik sudah penuh dengan 8 PDP, maka 67 orang lain harus menempati ruang isolasi lain.

“Kemarin kita rapat, kemarin masih 3 PDP. Tapi saya sudah bilang, kita tidak tahu dalam satu hari apa yang terjadi. Ternyata antisipasinya benar,” jelas Restuti.

Dia menegaskan, PDP belum tentu positif. “Kita menanti hasil laboratorium dari Balitbang Kemenkes. Kalaupun positif bukan kami yang mengumumkan. Tapi Bapak Ahmad Yurianto,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.