Hut ke 16 PFI, Akhyar Jadi Fotografer Keliling di Car Free Day dan Kawasan Kota Tua

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pelaksana tugas (Plt) Walikota Medan, Ir H Akhyar Nasution MSi menjadi ‘fotografer keliling’di arena Car Free Day dan Kawasan Kota Tua Medan. Hal itu dilakukannya demi mengikuti perlombaan hunting foto keliling (Foto On The Spot) dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke 16 Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan.

Pemerintah Kota Medan sejak lima tahun silam rutin melaksanakan Car Free Day setiap hari Minggu. Pelaksanaan Car Free Day sering dijadikan para komunitas menjadi ajang berkumpul antar sesame komunitas, bersosialisasi tentang program social kemasyarakatan, olahraga, dan pertunjukkan. Beragamnya perkumpulan di tempat itu, membuat panitia HUT ke 16 PFI Medan tertarik menggelar lomba hunting foto dengan teman Foto On The Spot pada moment Car Free Day dan foto Kawasan Kota Tua Medan.

Lomba Foto On The Spot PFI Kota Medan dibuka Akhyar Nasution gelar pada Minggu (8/3/2020) di Jalan Pulau Pinang. Cara Akhyar membuka lomba hunting foto on the spot FPI Medan ini sangat berbeda, bahkan meninggalkan kesan bagi peserta lomba. Akhyar meminta seluruh peserta bergabung, dalam hitungan ketiga diambil fotonya dan disitulah tanda dibukanya lomba hunting foto ini.

“Saya bukanya dengan cara saya foto ya, satu, dua, tiga, jeprett. Lomba sudah dibuka, silahkan foto secantik-cantiknya Kota Medan,”katanya sambil mengarahkan kameranya mengabadikan moment foto Bersama peserta lomba foto di Jalan Pulau Pinang.

Kepada peserta foto, Akhyar mengatakan foto adalah menceritakan masa kini yang nantinya dapat diceritakan untuk masa yang akan datang. Fotografi adalah hobinya sejak masih usia sekolah dasar, dan dulu masa SD dan SMP pernah membantu orangtuanya menjadi foto keliling.

“Semua kawan-kawan (Pewarta Foto Indonesia), yok bikin cantik Medan. Kawan-kawan pewarta bisa menggambarkan bahwa Kota Medan ini sesungguhnya cantik, hanya saja kita belum mengeksplore secara keseluruhan,” jelasnya.

Di akhir kesempatannya, Akhyar mengucapkan terimakasih kepada PFI atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Kalau ada kekurangan, akan kita perbaiki. Tapi sesungguhnya kota kita tidak kalah dengan kota-kota lainnya di Indonesia,” tandasnya.

Setelah para peserta berjalan hunting foto, Akhyar pun berjalan menyalurkan hobinya sejak Sekolah Dasar (SD) dulu, dengan memotret anak-anak muda dari komunitas parkour yang beratraksi di pintu utama Lapangan Merdeka. Dari sana, Akhyar berjalan menuju ke sisi Jalan Stasiun Kereta Api. Tapi, langkah Akhyar terhenti ketika melihat seorang ibu dengan 2 anaknya sedang asyik menggambar di dekat parkirnya mobil perpustakaan keliling.

Akhyar langsung mengarahkan kameranya dan membidik seorang anak laki-laki yang sedang ‘mencoret-coret’ kertas putih. Saat asyik mengambil foto, persis di belakang Akhyar, terdapat sekumpulan pelajar yang diketahui dari MTSN 4 Medan meminta Akhyar memfoto mereka. “Pak wali, foto kami lah pak, pak wali,” teriak salah seorang siswi.

Akhyar pun menoleh ke belakang dan langsung menghampiri. “Dari sekolah mana kalian?,” tanya Akhyar dan dijawab dari MTSN 4 Medan. “Fotolah kami pak,” ucap salah seorang siswi lainnya.

Usai mengambil foto para pelajar itu, siswi MTSN 4 Medan meminta Akhyar untuk foto bersama dan selanjutnya Akhyar kembali hunting foto untuk memeriahkan HUT PFI Kota Medan.

Berjalan menuju Jalan Ahmad Yani VII, Akhyar membidik sekumpulan komunitas sepeda dengan berlatar belakang Gedung London Sumatra (Lonsum). Lagi-lagi, kehadiran Akhyar mendapat perhatian dari warga yang asyik berolahraga.

“Ihh.. difoto kita ma Pak Akhyar. Makasih Pak, foto dulu kita Pak,” ungkap salah seorang komunitas sepeda Cluster Rumah Pondok, Surya.

Dari sana, Akhyar berjalan di Jalan A Yani VII dan sembari melihat kondisi kota tua yang sesungguhnya. Seketika Akhyar membidikkan kameranya ke arah drainase persimpangan Jalan Mesjid. Akhyar menoleh ke dalam parit dan melihat tiang listrik milik PLN berdiri tegak di dalam parit.

Tak hanya itu, Akhyar juga melihat pipa pembuangan yang terlalu panjang keluar yang dapat menghalau jalannya air. “Yang seperti ini yang gak boleh. Apalagi di depan Nomensen, ada 8 yang melintangin drainase kita di sana,” cetus Akhyar sembari mengajak untuk lebih peduli dengan Kota Medan.

Di dampingi Kepala Pariwisata Agus Suriyono, Camat Medan Barat Rudi Faisal Lubis dan Lurah Kesawan, Akhyar berjalan ke Gedung Waren Huis yang berada di Jalan A Yani VII persimpangan Jalan Hindu. Politisi PDI Perjuangan ini membidikkan kameranya di depan gedung swalayan pertama berdiri di Sumatera dan selanjutnya masuk ke gedung yang berdiri pada 1919.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *