Dengan Ubiqu Sinyalku, Raup Untung Puluhan Juta di Wilayah 3T

Ubiqu Sinyalku, internet satelit khusus untuk para wirausaha yang ingin mengembangkan bisnis internet di wilayah 3T di Indonesia/ handout

MEDANHEADLINES.COM – Ruki, 45 tahun, terus semringah. Bagaimana tidak, dia mendapatkan penghasilan Rp 30.000.000 lebih setiap bulan dari menjual voucher internet satelit Ubiqu Sinyalku milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Produk kedua PSN setelah Ubiqu ini memang khusus ditujukan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk dapat menjadi wirausaha daerah dengan memperoleh sumber penghasilan melalui koneksi internet.

Awal mengenal produk PSN, kata Ruki, dari seorang kawan yang duluan menggunakan Ubiqu Sinyalku untuk kecamatan setempat. Menyadari banyak warga yang paham manfaat dari internet namun terkendala akses yang terbatas dan belum merata, Ruki melihat ini sebagai kesempatan untuk berwirausaha dengan menjual wifi dari rumahnya.

“Masyarakat sini sudah berpendidikan dan paham pentingnya internet. Karena itu, saya mulai jualan wifi di rumah. Modal sedikit, untungnya selangit,” ujar Ruki, Jumat (14/2).

Direktur Niaga PSN Agus Budi Tjahjono mengatakan, Ruki merupakan satu dari sekian banyak masyarakat Indonesia yang memanfaatkan Ubiqu Sinyalku menjadi usaha menjanjikan di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan terrestrial. Antusiasme untuk mendapatkan akses internet sekaligus membuka usaha semakin banyak dan meluas.

“Saat ini, sekitar 1.643 orang sudah jadi wirausahawan daerah. Dampaknya cukup besar, bermanfaat untuk masyarakat,” kata Agus.

Dia menjelaskan, Ubiqu Sinyalku merupakan bagian pelayanan Ubiqu yang dapat digunakan untuk siapa saja yang ingin membuka usaha wifi internet baik secara perorangan, sebagai pemilik warung atau kedai, atau bahkan tempat usaha, kantor desa, badan usaha milik desa (bumdes), dan sebagainya. Produk ini diluncurkan karena melihat potensi besar dalam wirausaha daerah maupun UKM daerah untuk terus berkembang.

Hal ini juga yang membantu pemerintah dalam pemerataan internet di daerah pelosok serta mendorong UKM untuk Go Online di 2019. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) hasil dari SE2016-lanjutan, usaha mikro kecil mencapai lebih dari 26 juta usaha atau 98,68 persen dari total usaha non-pertanian di Indonesia dan sebanyak 3,79 juta UMKM sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta orang.

Masih kata Agus, proses penjualan Ubiqu Sinyalku bagi masyarakat yang ingin menjualnya begitu mudah dengan mengikuti langkah: pasang perangkat, promosikan ke daerah sekitar, jual voucher wifi internet, kemudian keuntungan akan datang. Pihaknya berjanji akan memudahkan masyarakat dengan memasang Ubiqu Sinyalku di mana pun mereka berada supaya proses berwirausaha bisa di mana saja ketika masyarakat membutuhkan.

“Intunya, kami ingin mengajak masyarakat untuk turut berperan serta dalam mengurangi digital gap di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di wilayah 3T,” tegas Agus.

General Manager Marketing PSN Meidiyanto Andwiputro menambahkan, Ubiqu Sinyalku dirancang untuk memberikan kesempatan kepada wirausaha daerah dalam membuka usaha akses wifi. Masyarakat wilayah 3T, khususnya para pelajar, dapat mendapatkan informasi untuk sarana penunjang pendidikan karena nominal voucher terjangkau dan jenis voucher dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Mulai dari nominal harga Rp 3.500 hingga Rp 550.000 dengan masa aktif 1 sampai 30 hari.

Produk sudah dilengkapi dengan sistem billing terintegrasi, perangkat wifi outdoor, dan materi promosi untuk membantu meningkatkan penjualan. Kemudahan lain adalah tidak adanya biaya langganan bulanan, kecepatan internet hingga 5 Mbps, keuntungan penjualan voucher mulai dari 20 persen lebih. Aplikasinya mudah diunduh melalui sistem Android di ponsel pintar.

“Mudah sekali, di aplikasi yang ada di Android, sistem pembayaran atau billing system sudah tersedia sehingga memudahkan operator untuk menjual voucher dan mendapat keuntungan dari setiap penjualannya,” kata Meidiyanto. (Rha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *