Sejumlah Fakta Baru Muncul Saat Reka Adegan Pembunuhan Hakim PN

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Fakta-fakta baru kembali terkuak pada saat reka ulang atau rekonstruksi pembunuhan berencana terhadap Hakim Pengadilan Negeri Medan Jamaluddin,yang digelar di Komplek Royal Monaco, Jalan Aswad, Kecamatan Medan Johor, Kamis (16/1/2019)

Ada 77 adegan yang diperagakan di sejumlah lokasi pada rekonstrkusi hari ini. Seluruhnya menyimpulkan proses pada hari eksekusi. Khusus untuk di kediaman korban, ada 54 adegan yang diperankan dalam rangkaian eksekusi.
Sepanjang rekonstruksi,Istri Korban yang menjadi otak Pelaku pembunuhan yaitu Zuraida berusaha menyembunyikan wajahnya dari sorot kamera awak media.

Dalam Rekonsruksi ini menceritakan bagaimana Zuraida menjemput Jefri dan Reza di kawasan Komplek Graha Johor, Jalan Karya Wisata, sekira pukul 18.45 WIB.

Mereka langsung bergerak menuju kediaman Jamaluddin. Mereka juga langsung memakai jaket, sepatu dan sarung tangan yang dibeli beberapa hari sebelumnya.

Lantas Jefri dan Reza langsung naik ke lantai 3 rumah untuk bersembunyi. Mereka menunggu kode dari Zuraida untuk melancarkan eksekusi.

Jamaluddin pun pulang ke rumahnya. Zuraida sempat mengobrol dengan korban. Bahkan ada tamu yang datang ke rumah mereka.

Hingga pada akhirnya anak mereka KZ memanggil Zuraida untuk tidur. Disusul Jamaluddin yang juga masuk ke kamar sekira pukul 23.00 WIB.

Sekira pukul 01.00 WIB, Zuraida pun memberi kode kepada para eksekutor untuk turun ke kamar di lantai dua. Sebelumnya dia juga sudah menyiapkan kain yang digunakan untuk mengeksekusi Korban

Jefri kemudian menindih badan Jamaluddin sambil membekap wajahnya. Dibantu oleh Reza. Sedangkan Zuraida, menenangkan anaknya yang sempat terbangun saat eksekusi berlangsung. Dia juga menindih kaki suaminya supaya tidak memberontak saat nyawanya diakhiri.

Setelah Jamaluddin mati kehabisan nafas, Zuraida dan para eksekutor terlibat perdebatan. Karena mereka terkejut, ada lebam merah di wajah Jamaluddin. Diduga karena bekapan yang dilakukan saat eksekusi terlalu kencang.
Sehingga mereka takut, lebam merah itu menjadi jejak yang tertinggal jika jenazah Jamaluddin.

“Ini kalau mati dirumah enggak boleh karena hidungnya memar kemerahan, kalau dengan kondisi kek gini. Aku nanti yang tertuduh,” ujar Zuraida dalam perdebatan itu.

Yang menarik dalam rekonstruksi itu juga terungkap fakta lain. Rencana setelah mengeksekusi Jamaluddin berubah karena bekas memar itu.

Kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin Siregar, awalnya Zuraida akan membangun drama jika Jamaluddin mati karena serangan jantung.

“Kemudian mereka berdebat akhirnya disepakati untuk membuang jenazah korban. Pokoknya istri korban berkeras supaya Jefri dan Reza membawa jenazah dan membuangnya,” kata Martuani.

Sebelum dibuang, Zuraida akan memakaikan pakaian batik ke jenazah Jamaluddin. Namun karena teringat saat itu hari Jumat, Zuraida memakaikan seragam olahraga Pengadilan Negeri Medan.

Namun dia lupa memakaikan kaus dalam. Itu juga yang membuat anak-anak Jamaluddin curiga. Karena biasanya, Jamaluddin terkenal rapi dan selalu memakai kaus  dalam.

Sebelum para eksekutor pergi, Zuraida memberikan peringatan. Jefri dan Reza diperingatkan untuk tidak menghubunginya selama enam bulan ke depan.

“Ini menarik. Sehingga dugaan kita pasal yang kita tuduhkan akan menjadi kasus pembunuhan berencana,” pungkas Martuani.

Hingga akhirnya jenazah Jamaluddin ditemukan di baris kedua mobil Toyota Land Cruisser Prado bernoor polisi BK 77 HD di Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru,‎ Kabupaten Deli Serdang.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *